Panglima TNI: Cegah Indonesia Dari Provokasi dan Ajang Konflik Agama

panglima-tni-3
Jenderal Gatot Nurmantyo, setiap agama pasti mengajarkan kebaikan sehingga tidak ada alasan menjadikan agama sebagai alat permusuhan dan perpecahan.

JAKARTA, harianpijar.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa dan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menjadikan negeri ini ajang konflik agama. Lain itu, dirinya juga mengajak seluruh ASN berperan aktif dalam mencegah maraknya provokasi dan adu domba di tengah masyarakat.

“ASN harus bisa mengajak seluruh masyarakat dalam menghapus sentimen negatif atas dasar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” kata Jenderal Gatot Nurmantyo, Jumat 2 Juni 2017.

Menurut Jenderal Gatot Nurmantyo, setiap agama pasti mengajarkan kebaikan sehingga tidak ada alasan menjadikan agama sebagai alat permusuhan dan perpecahan.

“Saya seorang muslim, di dalam agama saya, Islam adalah agama yang paling baik. Namun, di agama lainnya, mereka juga berpikir yang paling baik. Jadi tidak usah diperdebatkan tentang perbedaan agama. Lakum diinukum waliyadin (untukmu agamamu, untukku agamaku). Semua agama mengajarkan perdamaian dan kebaikan. Jangan menjadikan negeri ini ajang konflik agama,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo.

Baca juga:   Buntut Seruan 'Kami Bersama Habib Rizieq', Kopda Asyari Diberi Hukuman Disiplin Ringan

Lebih lanjut, ditegaskan Jenderal Gatot Nurmantyo, saat dihadapan jajaran pimpinan Kementerian Agama se-Indonesia, dirinya mengingatkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup harus menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Cara beragama di Indonesia sudah ditetapkan dalam sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bila tidak ada Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu, itu bukan Indonesia,” tegas Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu, juga menurut Jenderal Gatot Nurmantyo, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan kompetisi global. Karena itu, dalam menghadapi tantangan tersebut, bangsa Indonesia harus menjadi bangsa pemenang, bukan bangsa pecundang.

Baca juga:   Gubernur Lukas Enembe Minta TNI-Polri Tak Tangkap Masyarakat Papua yang Gelar Aksi Demo

Menurutnya, Indonesia harus siap menghadapi berbagai tantangan dan peluang di era globalisasi. Kompetisi yang tadinya antarnegara, kini menjadi antarmanusia. “Inilah salah satu kompetisi global,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sementara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan, di tengah tantangan yang kompleks, ekspektasi publik semakin besar kepada Kemenag karena mengemban amanah mengelola urusan agama.

Selain itu, dirinya ingin membangun optimisme di semua kalangan bahwa mayoritas bangsa Indonesia masih mempunyai komitmen terhadap Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

“Ketahanan bangsa Indonesia saat ini tidak terlepas dari warisan yang dirumuskan para pendiri bangsa. Warisan tersebut dicetuskan dari budaya dan identitas lokal Indonesia sebagai bangsa religius dan agamais. Pancasila adalah pengejawantahan dan wujud manifestasi nilai-nilai agama,” kata Lukman Hakim Saifuddin.

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar