Galasin-atau-Gobak-Sodor
Permainan Tradisional Galasin atau Gobak Sodor. (foto: google images)

harianpijar.com – Permainan Galasin, seperti dikutip dari laman Kemdikbud, adalah salah satu permainan yang berasal dari daerah DKI Jakarta. Galasin merupakan sebuah permainan yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing grup atau tim terdiri dari 3 sampai 8 orang.

Dalam buku Permainan Tradisional Anak Negeri (2019) karya Balai Pustaka, setiap daerah memiliki permainan yang sama hanya saja dengan penyebutan yang berbeda.

Galasin merupakan bahasa orang Jakarta, sedangkan di Jawa Tengah terkenal dengan nama Gobak Sodor. Di Sumatera Utara, galasin ini disebut Margalah. Kemudian ada yang menyebut permainan Galah Asin dan juga Hadang, karena dalam permainan ini tugas pemain adalah menghadang.

Inti permainannya yakni menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak- balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Galasin biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 meter atau menyesuaikan yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur.

Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal.

Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas.

Sedangkan bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.

Baca juga:   Ini Cara Daftar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan secara Online, Bisa 5 Menit!

Bermain Galasin atau Gobak Sodor ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

Garis lapangan dan cara bermain

Cara membuat garis lapangan adalah sebagai berikut:

– Garis lapangan yang berukuran 6 x 4 meter dibagi menjadi 6 bagian.

– Setiap garis ditandai dengan kapur tulis atau cat putih.

Lapangan-Galasin-atau-Gobak-Sodor
Lapangan Galasin atau Gobak Sodor. (foto: dok. Kemdikbud)

Cara bermain galasin adalah sebagai berikut:

– Pemain dibagi menjadi dua grup atau tim, grup yang bermain dan grup yang berjaga.

– Grup yang menjaga dibagi menjadi dua, pemain yang menjaga garis vertikal dan pemain yang menjaga garis horizontal. Biasanya ketua dari masing-masing grup bertugas menjadi wasit.

– Grup yang mendapat giliran main memulai permainan dari garis strat.

– Pemain yang menjaga garis horizontal berusaha semaksimal mungkin menghadang tim yang sedang bermain untuk tidak dapat melewati garis batas yang sudah ditentukan sampai di garis finish.

– Sementara pemain yang menjaga garis vertikal, yang pada umumnya hanya satu orang, memiliki ruang gerak di semua garis batas vertikal ditengah lapangan. Dia harus mampu menjaga gerak lawan untuk tidak bisa menembus masuk ke ruang gerak horizontal.

– Grup yang sedang bermain berusaha agar tubuhnya tidak tersentuh oleh tim yang menjaga dan berusaha sampai di garis finis.

– Tim dapat dikatakan menang jika semua anggota tim kembali dengan selamat ke garis start.

– Tim dikatakan kalah dan baru bisa terjadi penggantian posisi jika ada yang tersentuh oleh tim yang menjaga.

Permainan ini membutuhkan kecepatan lari yang sangat kencang untuk memperoleh kemenangan. Selain itu, para pemain harus gesit dan mampu mengatur strategi supaya tidak dapat ditangkap oleh kelompok yang sedang berjaga.

Baca juga:   Perjalanan 8 Tahun, NOAH Bakal Bawa Pengalaman Baru dalam Menikmati Konser

Galasin biasanya dimainkan di sekolah pada saat jam istirahat atau di sore hari sebelum mulai belajar atau di waktu liburan sekolah.

Nilai karakter yang didapat dalam permainan Galasin

– Nilai yang berhubungan dengan diri sendiri, dalam permainan ini melatih anak untuk berbuat jujur. Di mana, jika berada dalam kelompok yang mentas mengakui jika tersentuh lawan atau melewati batas mati. Dan jika berada dalam kelompok jaga garis, tidak berbuat curang dengan keluar dari garis penjagaan.

– Disiplin, anak-anak mematuhi ketentuan dan peraturan dalam permainan galasin.

– Bertanggungjawab, dengan melakukan tugas jaga garis secara baik sesuai perannya masing-masing, sebagai anggota kelompok yang menjaga garis horizontal ataupun jaga garis vertikal.

– Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, galasin merangsang aktivitas berpikir menentukan strategi untuk menerobos garis penjagaan lawan, melihat situasi dan kondisi mengambil kesempatan, mengecoh lawan dan memikirkan bagaimana cara memperoleh kemenangan tanpa tersentuh penjaga garis.

– Kerja keras, anak-anak berusaha keras menerobos garis-garis yang dijaga lawan untuk mendapatkan nilai dan kemenangan. Kerja keras ditunjukkan kelompok yang sedang jaga garis dengan berusaha mengejar anggota kelompok yang sedang mentas untuk menyentuhnya agar keadaan menjadi berbalik.

– Bergaya hidup sehat, sebagai anggota tim yang menjaga garis berlari mengejar lawan dan sebagai anggota kelompok yang mentas harus menghindari sentuhan lawan merupakan kegiatan yang memerlukan tenaga sama seperti kegiatan berolahraga.

– Percaya diri, ketika mulai bermain anak-anak tidak pernah berpikir untuk kalah duluan, mereka yakin terhadap kemampuannya untuk menang dan dengan berani menghadapi lawan dalam permainan. (red)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar