Lahan Pertanian Semakin Berkurang Akibat Adanya Alih Fungsi Lahan

Untirta
Alih fungsi lahan di Balaraja.

BANTEN – Berkurangnya lahan pertanian saat ini membuat jumlah produktivitas semakin menurun. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kebutuhan pangan para penduduk. Salah satu hal yang mempengaruhinya adalah alih fungsi lahan seperti yang terjadi di Balaraja.

Salah satu kegiatan alih fungsi lahan yang banyak di lakukan adalah mengubah lahan pertanian menjadi perumahan.

“Sebelum dijadikan perumahan, lahan ini sebelumnya adalah sawah. Hanya saja ada beberapa bagian lagi yang belum di alih fungsikan karena biasanya pemilik lahan tidak ingin menjualnya,” ungkap Tohawi.

Baca juga:   Harga Pangan DKI Jakarta Hari Ini: Beras dan Gula Stabil

Penjualan lahan dapat disebabkan karena faktor ekonomi ataupun hasil keuntungan yang diperoleh dari produksi padi rendah.

Maraknya alih fungsi lahan pertanian ini memberikan dampak kurang baik untuk masyarakat sekitar ataupun masyarakat luar.

“Saat lahan ini masih sawah, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dengan menjadi buruh tani sehingga mereka dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dan jumlah produksi padi yang dihasilkan masih banyak,” kata Tohawi.

Hal ini mengartikan bahwa alih fungsi lahan pertanian selain mengurangi jumlah produksi juga dapat merusak mata pencaharian masyarakat sekitar.

Baca juga:   Kemarau Menyebabkan Penurunan Kualitas Hasil Panen Padi

Alih fungsi lahan tidak boleh dibiarkan begitu saja agar kebutuhan pangan tetap tercukupi atau ketahanan pangan tetap terjaga. Jumlah penduduk yang setiap tahunnya terus meningkat harus diseimbangi pula oleh jumlah pangan yang meningkat.

Oleh karena itu, saat ini dibutuhkan sekali kesadaran masyarakat terutama pemilik lahan pertanian agar tetap menjaga dan memanfaatkannya sebagai lahan pertanian.

Penulis: Putri Nuralyasari
Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini