Kondisi Terkini Para Pedagang di Pasar Kotabumi Setelah Penyetujuan Revitalisasi

Untirta

BANTEN – Pasar Kotabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, sedang menghadapi perubahan besar setelah penyetujuan proyek revitalisasi. Saat ini, sekitar 390 dari 591 pedagang telah setuju untuk pindah ke tempat penampungan sementara (TPPS) selama proses pembangunan berlangsung.

Direktur Operasional Perumda Pasar NKR, Ashari Asmat, menyatakan bahwa revitalisasi ini penting untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional pasar modern yang semakin dominan.

Sebagian besar pedagang yang mendukung proyek revitalisasi ini berharap untuk dapat meningkatkan kondisi dan fasilitas pasar, sehingga mampu menarik lebih banyak pelanggan dan memberikan pengalaman belanja yang lebih baik.

“Banyak pasar tradisional yang tenggelam karena kalah bersaing dengan pasar modern. Dengan revitalisasi, diharapkan Pasar Kotabumi bisa lebih menarik dan teratur,” ujar Ashari.

Namun, proyek revitalisasi ini juga menghadapi tantangan. Para pedagang yang menolak proyek ini menghadang alat berat yang akan digunakan untuk menggusur bangunan pasar. Adu mulut hingga aksi saling dorong tak terelakan antara pedagang dan petugas pembongkaran.

Baca juga:   DPRD Provinsi Banten Meningkatkan Etika Profesi Humas untuk Transparansi dan Integritas

Meski akhirnya sebagian bangunan pasar dirubuhkan alat berat untuk kepentingan revitalisasi pedagang menolak relokasi ke tempat penampungan sementara dan memilih bertahan karena masih memiliki sertifikat hak guna bangunan atau HGB hingga tahun 2029 mendatang.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, sejumlah pedagang menolak revitalisasi dengan alasan harga kios baru yang dinilai terlalu tinggi. Adanya biaya uang tanda jadi (UTJ) di penampungan pasar sementara sebesar Rp3.000.000 dan uang sewa perharinya sekitar Rp130.000 perhari.

Mereka khawatir bahwa biaya tambahan ini akan memberatkan mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Para pedagang yang menolak juga menggelar aksi protes, menuntut kejelasan lebih lanjut dan penyesuaian harga yang lebih terjangkau.

Baca juga:   Kurangnya Pengunjung Pasar Pari: Tantangan dan Upaya Pemulihannya

Saat ini para pedagang yang menolak untuk pindah ke tempat penampungan sementara (TPPS) kembali membuka lapak-lapak baru di sekeliling area pasar, yang saat ini kondisi pasar sudah rata dengan tanah.

Tidak sedikit pedagang yang akhirnya menyewa kios-kios di area sekitar pasar, karena mereka merasa harga sewanya lebih rendah dari pasar sementara yang disediakan dan juga tempatnya yang lebih strategis.

Untuk kondisi para pedagang yang menyetujui untuk pindah ke tempat penampungan sementara (TPPS), saat ini kondisi pasar sementara itu terlihat ramai dan cukup kondusif. Lapak-lapak yang tadinya masih kosong sekarang mulai terisi penuh dengan para pedagang. Setiap hari kegiatan jual-beli di pasar sementara itu berjalan dengan normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini