Guru Bahasa Perancis sebagai Penggerak dalam Ketahanan Pangan di Parung Panjang

Untirta
. (foto: Instagram/britaniasari)

BANTEN – Program ketahanan pangan di Parung Panjang, Bogor Barat diperkenalkan oleh seorang guru Bahasa Prancis, Britania Sari yang aktif mengunggah Program Pangan Sehat di Posyandu Kasih Ananda dan Program ketahanan pangan untuk keluarga pra sejahtera melalui media sosial.

Melalui unggahan Instagram @britaniasari, atau akrab dipanggil Mbak Sari. Mbak sari bercerita dalam salah satu unggahan reels nya yang memperlihatkan video pembuatan kebun sayur, kandang ayam dan kolam ikan di pekarangan rumah keluarga pra-sejahtera.

Awal mula terciptanya program

“Momen lebaran tahun lalu, ketika membagikan makanan di program Rantang Lebaran, menjadi pemantik munculnya ide program ketahanan pangan keluarga pra sejahtera. Bahwasanya ada isu kurang gizi, kesehatan, lingkungan dan keterbatasan akses di masyarakat sekitar,” kata Mbak Sari dalam salah satu unggahannya di Instagram.

Baca juga:   Tantangan Serang Siaga 112 sebagai Call Center Diskominfo Kota Serang

Program ketahanan pangan dengan pembuatan kebun sayur, kandang ayam dan kolam ikan sudah ada sejak bulan Mei 2023 pelatihan dasar berkebun dibuat di halaman rumah warga pra sejahtera dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi pemilik rumah, ibu hamil dan balitanya.

Sampai saat ini, total sudah dibuat 8 kebun dapur dan 4 kandang ayam di halaman rumah keluarga pra sejahtera. Dalam beberapa bulan kedepan hasil kebun dapat dipanen untuk pemenuhan gizi pemilik rumah, ibu hamil, ibu menyusui dan balita keluarga pra sejahtera.

Mandiri pangan

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat berkebun, kandang ayam ataupun kolam ikan membuat masyarakat pra sejahtera di Parung Panjang dapat mandiri pangan dengan mengkonsumsi hasil panen sayuran sendiri yang teruji kualitas dan kesegarannya, belajar untuk merawat tanaman juga mengolah kompos organik yang diperoleh dari kandang ayam dan belajar berbagi pada keluarga pra sejahtera lainnya.

Baca juga:   Rilis BPS: Nilai Tukar Petani pada Juni 2024 Naik Sebesar 1,77 Persen, Tercatat Menjadi 118,77

Saat ini, keluarga pra sejahtera di Parung Panjang, Bogor Barat sudah dapat menikmati hasil panen sayuran, telur, daging ayam dan ikan segar dari pekarangan rumah masing-masing warga.

“Menurut kami, seleksi calon penerima manfaat, pendampingan rutin dan evaluasi berkala adalah kunci dari keberlanjutan suatu program,” katanya.

Program ketahanan pangan yang diperkenalkan oleh Mbak Sari dapat menjadi solusi dari isu ketahanan pangan yang tak kunjung ada solusinya di Indonesia. Semoga program ketahanan pangan ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya diterapkan pada wilayah Parung Panjang, Bogor Barat saja tetapi dapat dicontoh dan diterapkan pada wilayah lainnya di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini