Penggunaan Aplikasi Tanidoc: Teknologi Diagnosa Hama dan Penyakit Tanaman

Untirta-Nufarm

BANTEN – Dalam pertanian modern, petani dihadapkan pada berbagai tantangan terutama mengatasi masalah hama dan penyakit tanaman. Menyikapi hal ini, inovasi teknologi terbaru telah mengubah paradigma tradisional menjadi gaya hidup bertani yang lebih canggih.

Untuk membantu petani dalam melakukan penanganan yang tepat, pada 25 Oktober 2023 Nufarm Indonesia merilis TaniDoc guna membantu petani membuat keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan tepat waktu.

“Nufarm Indonesia meluncurkan aplikasi teknologi terbaru bermanfaat untuk memberikan diagnosa masalah hama dan penyakit serta rekomendasi terbaik untuk pengendaliannya,” kata Alwi dalam acara grand launching Tanidoc, 25 Oktober 2023.

Baca juga:   Kondisi Terkini Para Pedagang di Pasar Kotabumi Setelah Penyetujuan Revitalisasi

TaniDoc merupakan sebuah aplikasi dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mendiagnosa hama dan penyakit untuk tanaman padi, jagung, tomat, cabai, kentang, bawang merah, jeruk dan kelapa sawit.

Tingkat keakuratan TaniDoc dalam mendeteksi hama atau penyakit tanaman hingga 93% dan langsung mengetahui rekomendasi atas permasalahan tersebut. Terdapat 3 fitur unggulan Tanidoc yaitu:

1. Diagnostik

TaniDoc memiliki fitur analisa foto yang mampu mendiagnosa penyakit atau hama pada tanaman, fitur ini akan memberikan rekomedasi terhadap permasalahan tersebut.

Baca juga:   Ketahui Ragam Manfaat dari Mulsa bagi Pertumbuhan Tanaman

2. Konsultasi dengan ahli

Pada fitur konsultasi, petani dapat berkonsultasi dengan ahli dari Nufarm Indonesia. Fitur ini petani dapat mengirimkan gambar dan bertanya lebih lanjut terkait hama dan penyakit, budidaya, harga pestisida.

3. Kios

TaniDoc akan merekomendasikan kios tani terdekat di wilayah petani yang terhubung dengan Google Maps untuk menemukan lokasi penjualan kios tersebut.

Diharapkan aplikasi Tanidoc dapat membantu para petani dalam menyelesaikan masalah tanaman yang ada di pertanian.

Zharifta Kusuma Dewi
Mahasiswa Agribisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini