Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Ikuti Kegiatan Pra-Pelaksana Program BSPS di Belawan Bahari

USU

MEDAN – Seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yaitu Rafa Rafsanzani dengan NIM 210902052 mengikuti program Magang Bersertifikat di Direktorat Jenderal Perumahan Sumatera II Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai Pendamping Fasilitator Pemberdayaan BSPS dibawah asuhan Mentor sekaligus menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya Mardianto ST., MT. dan dengan supervisor Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos.

Magang Bersertifikat merupakan salah satu program yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti Kemendikbudristek) yang berguna untuk menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman dalam mengetahui dunia profesi dan menciptakan tenaga kerja yang profesional dan bermutu.

Program yang diikuti oleh Rafa dan sembilan orang mentee lainnya ini telah memberikan kesempatan untuk aktif dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Program magang bersertifikat ini dilaksanakan selama 5 bulan yakni dimulai sejak 16 Februari 2024 hingga 30 Juni 2024. Pada bulan pertama di isi oleh kegiatan pelepasan oleh pihak Universitas. Selanjutnya diikuti oleh kegiatan onboarding serta pembekalan oleh mitra terhadap para mentee.

Pembekalan diisi oleh Kepala Satuan Kerja Sumatera II bersama mentor MSIB yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya Sumatera II yang didampingi oleh Tenaga Ahli administrasi BSPS.

Pada periode awal magang kami lebih banyak belajar dan mengenal tentang rangkaian program-program yang dikerjakan dalam mitra terkhusus program BSPS yang merupakan jobdesk utama yang akan dilaksanakan selama periode magang.

BSPS atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya merupakan program dukungan dana oleh pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) berasaskan kegotong-royongan guna untuk memberikan tempat tinggal yang layak huni.

Baca juga:   USU Akan Segera Panggil Prof Yusuf Terkait Cuitan Sebut SBY dan AHY Bodoh

Pada bulan kedua Rafa bersama sembilan mentee lainnya mulai mengenal dan menganalisis persyaratan administrasi dan tahapan dalam pelaksanaan program. Dokumen persyaratan administrasi meliputi Proposal, Laporan Penggunaan Dana Tahap I (LPD 1) dan Laporan Penggunaan Dana Tahap II (LPD 2).

Setiap dokumen administrasi memiliki syarat kelengkapan setiap komponen agar dinyatakan secara sah secara administrasi. Tidak hanya kelengkapan dokumen, setiap detail nominal yang dikeluarkan dalam pelaksanaan program juga sangatlah penting untuk diperhatikan sehingga tidak ada penggunaan dana yang kurang ataupun lebih dari ketetapan yang ada.

Pada bulan ketiga kami fokus melaksanakan kegiatan digitalisasi dokumen KSPN Danau Toba. KSPN atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional merupakan kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata nasional atau memiliki potensi pengembangan pariwisata nasional dan internasional yang memiliki pengaruh penting dalam berbagai aspek negara seperti pertumbuhan sumber daya alam dan manusia, daya dukung lingkungan hidup, pertahanan dan keamanan dan sosial, ekonomi dan budaya.

Dokumen ini meliputi kegiatan perbaikan rumah hunian yang dilakukan beberapa kabupaten yang mengelilingi Danau Toba seperti Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba dan lain-lain.

Selanjutnya pada bulan keempat, para mentee secara bergantian diarahkan untuk turut serta dalam memulai pelaksanaan program BSPS. Para mentee secara bergantian dilibatkan dalam mengikuti tahapan-tahapan pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di beberapa Kabupaten.

Selasa, 14 Mei 2024, Super Team BSPS yang terdiri atas tim ahli administrasi dan tim ahli pemberdayaan dan salah satu mentee Pendamping Fasilitator Lapangan Pemberdayaan BSPS Rafa Rafsanzani melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Belawan, Kota Medan.

Tujuan kunjungan ini untuk melakukan kegiatan pra-pelaksanaan program BSPS yang nantinya program tersebut akan berjalan dan ditujukan kepada beberapa masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan pra-pelaksanaan program diawali dengan pertemuan dengan pihak Camat Kecamatan Medan Belawan guna untuk penandatanganan surat izin pelaksanaan program di salah satu kelurahan di Kecamatan Medan Belawan yaitu Kelurahan Belawan Bahari.

Baca juga:   Pengawasan Dinas Sosial terhadap Maraknya Gelandangan dan Pengemis di Kota Medan

Melalui Kasubag Umum Kantor Kecamatan Medan Belawan, surat izin pelaksanaan program diserahkan ke Camat untuk ditandatangani. Selanjutnya Super Team BSPS dan mentee melakukan koordinasi dengan pihak perangkat kelurahan Belawan Bahari terkait mekanisme kegiatan program nantinya sekaligus perizinan untuk pelaksanaan program yang akan melibatkan 40 (empat puluh) warga Kelurahan Belawan bahari sebagai calon penerima bantuan.

Ke-40 calon penerima bantuan sebelumnya telah melalui proses assessment dengan cara membentuk suatu komunitas yang berlatar belakangkan permasalahan yang sama yaitu rumah tidak layak huni yang selanjutnya ditetapkan sebagai penerima bantuan program BSPS.

Konsep ini dikenal dengan metode Community Organization and Community Development (COCD). Bentuk bantuan yang akan diberikan nantinya adalah bantuan tunai sebesar 20 juta yang terbagi atas 17,5 juta untuk biaya bahan bangunan dan 2,5 juta untuk upah kerja tukang.

Selain itu penerima bantuak juga diberikan izin untuk meningkatkan kualitas ataupun kuantitas pembangunan berdasarkan keswadayaan dan kemampuan yang dimiliki.

Setelah segala bentuk perizinan selesai, Super Team BSPS dan mentee menjumpai dua orang Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang terdiri atas TFL bidang Teknik dan Pemberdayaan. TFL nantinya akan memandu segala aktifitas diapangan selama program BSPS berjalan dengan tetap berkordinasi dengan team tenaga ahli BSPS lainnya.

Pada bulan terakhir yakni bulan kelima dalam periodesasi magang, Rafa dan para mentee lainnya berfokus pada finalisasi program dan evaluasi hasil dari setiap pekerjaan yang telah dilakukan. Untuk program BSPS akan terus berjalan sesuai tahapan serta dipantau untuk dievaluasi setiap tahap dalam pelaporannya.

Penulis: Rafa Rafsanzani

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini