Seorang Nenek Ditandu oleh Warga Menuruni Jalan Terjal Demi Dapat Berobat

IAIN-Ponorogo

PONOROGO – Boirah, seorang nenek berusia 80 tahun yang memiliki penyakit jantung. Beliau tinggal di Kota Ponorogo tepatnya di Desa Sidoharjo, Jambon.

Beliau dibawa oleh warga menuruni jalan yang terjal menggunakan sebilah bambu. Warga pun bergotong-royong mengangkat beliau dari rumah hingga tempat diparkirkanya mobil. Warga pun dengan perlahan membawa nenek tersebut melewati jalan yang rusak.

Akses jalan yang sulit membuat warga harus bahu-membahu mengangkat beliau agar beliau mendapatkat perawatan yang baik. Pasalnya jalan disana masih berupa tanah liat dan ketika hujan sangat licin sehingga kendaraan roda empat sulit untuk melaluinya. Bahkan sepeda motorpun juga sulit melewati jalan ini bila belum terbiasa.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa, di mana nenek tersebut sakit kemudian anak beliau meminta tolong kepada warga untuk mengantarkan beliau sampai ditempat penjemputan. Kegiatan gotong-royong menggunakan bambu ini sering dilakukan warga apabila disekitar wilayahnya ada yang sakit hingga membutuhkan perawatan medis. Maklum jalan yang sulit menjadi factor utama warga melakukan tindakan ini.

Baca juga:   Skincare Murah yang Bikin Kamu Putih Glowing

Kondisi jalan yang rusak parah dan juga jarak tempuh yang lumayan cukup jauh membuat warga menjadi terbiasa melakukan hal ini. Kegiatan gotong-royong ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu, sehingga wargapun tidak merasa keberatan. Dokter dan bidan pun juga enggan untuk datang ke wilayah ini dikarenakan akses jalan yang sangat sulit.

Ada suatu kejadian di mana salah satu warga hendak melahirkan. Ketika ditengah perjalanan warga tersebut malah melahirkan, sehingga dia tidak jadi dibawa kebidan dan lebih memilih dibawa kerumahnya kembali. Warga pun lebih memilih membeli obat diluar kemudian membawanya kembali ke rumah.

Baca juga:   Dampak Positif Nongkrong di Warung Kopi bagi Mahasiswa

Kejadian nenek digotong oleh warga ini menjadi viral dikarenakan ada yang mempostingnya di media sosial. Sehingga membuat Pemdes membuka suara terkait video tersebut.

Menurutnya daerah tersebut benar memang milik warga. Akan tetapi, jalan yang dilalui milik perhutani. Sehingga pemdes pun tidak berani untuk membangun jalan di wilayah tersebut. Harapan beliau agar Pak Bupati dan Pemda membantu mengurus jalan disini agar masyarakat dapat dengan mudah menggunakan jalan ini.

Penulis: Hakim Nabilunnuha

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini