Dirut Pindad Sebut Kendaraan Taktis Maung adalah Ide Inovatif dari Menhan Prabowo

Prabowo-Jokowi
Menhan Prabowo Subianto menyopiri Presiden Jokowi naik Maung seusai rapim Kemhan. (foto: dok. Istimewa via detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Nama kendaraan operasional Maung yang dikembangkan oleh PT Pindad telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah memberikan arahan dalam rapat pimpinan (rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2023.

Dirut PT Pindad Abraham Mose mengungkapkan bahwa pembuatan Maung merupakan ide dari Menhan Prabowo Subianto.

“(Pembuatan Maung) adalah ide yang inovatif dari Pak Menhan. Sejak tahun awal menjadi Menhan, beliau bertanya soal tactical vehicle 4×4. Kemudian Pindad membuatnya, dan beliau beri nama Maung. Itu versi yang pertama sekali,” ujar Abraham Mose kepada awak media, Sabtu, 21 Januari 2023.

Abraham Mose mengatakan Maung yang ditampilkan dalam rapim merupakan kendaraan versi ketiga. Dirinya menyebut versi ketiga ini telah memiliki sejumlah perbaikan dibanding dua versi sebelumnya.

Baca juga:   Politisi Demokrat: Presiden Disarankan Pentingkan Kualitas Soal Wakil Menteri

Menurut Abraham Mose, kelebihan yang paling utama terletak pada badan mobil yang kini berbentuk jip. Hal itu membuatnya lebih tangguh bermanuver di berbagai medan ekstrem.

“Lebih canggih dari (Maung) versi sebelumnya, dari segi performance, secara power, secara struktur bodi, dari segi penampilan juga lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abraham Mose pun mengakui capaian PT Pindad tersebut tidak lepas dari peran Prabowo Subianto. Menurutnya, Maung versi terbaru yang memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 65 persen.

“Kami memberikan satu penghargaan tertinggi untuk Pak Menhan, karena sudah mendorong dan memberi kesempatan kepada kami,” kata Abraham Mose.

Baca juga:   Tanggapi Soal Kabinet Jokowi Diisi yang 'Berkeringat', Demokrat Singgung Golkar-PPP

“Lalu pemikiran beliau berkembang lagi. Beliau memanggil (PT Pindad) untuk membuat jip yang (Maung versi terbaru) ini,” imbuhnya.

Dengan melibatkan ahli dan SDM yang kompeten, Pindad mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik. Kemudian, Abraham Mose juga mengatakan target berikutnya yang akan diupayakan sesuai arahan Prabowo Subianto adalah membangun pabrik engine mandiri untuk meningkatkan TKDN produk-produk kendaraan dalam negeri.

“Kalau (pabrik engine) sudah ada di Indonesia, mulai dari bodinya sudah bisa dibuat di Indonesia, tubular frame dan engine-nya juga (bisa dibuat di Indonesia), maka TKDN akan naik, mendekati 70-80 persen,” pungkasnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar