Menag Buat Aturan yang Larang Aktivitas Politik di Rumah Ibadah

Yaqut-Cholil-Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. (foto: dok. Kemenag)

harianpijar.com, JAKARTA – Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengungkapkan bahwa pihaknya sudah membuat aturan terkait pelarangan aktivitas politik di rumah ibadah. Aturan itu akan disampaikan ke publik sebelum Pemilu 2024.

“Ya kita sudah buat aturannya. Nanti kita akan segera sampaikan ke publik ke masyarakat terkait itu. Jadi kita sama-sama menjaga rumah ibadah kita lah,” ujar Gus Yaqut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 19 Januari 2023.

Meski begitu, Gus Yaqut mengatakan pihaknya masih akan membahas kebijakan itu berbentuk Peraturan Menteri (Permen) atau dalam bentuk yang lain.

Baca juga:   Pemilu 2024, Cak Imin Sebut PKB Tak Mau Jadi Partai Tengah

“Yes. Nanti kita bahas apakah itu permen atau (yang lain), secepatnya dong. Sebelum pemilu,” kata Gus Yaqut.

Sebelumnya, anggota Bawaslu Puadi menyampaikan partai politik untuk tidak menggunakan politisasi SARA. Dirinya juga mengimbau agar kegiatan politik tak dilakukan di tempat ibadah.

“Pengurus atau anggota partai politik maupun pejabat negara tidak menggunakan politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) baik dalam aktivitas kampanye maupun kegiatan yang menjurus kepada aktivitas kampanye,” ujar Puadi di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Desember 2022.

Baca juga:   NasDem Sebut Peluang Koalisi dengan Demokrat-PKS Sudah 80 Persen

“Tidak melakukan aktivitas politik praktis di tempat keagamaan serta menciptakan kondisi yang sejuk dan damai dalam tahapan penyelenggaraan pemilu,” imbuhnya.

Puadi meminta peserta pemilu untuk mematuhi aturan kampanye yang telah ditetapkan. Dirinya mengimbau para peserta pemilu untuk tidak melakukan kampanye terselubung. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar