Hormon dan Tips Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Laki-Laki

Organ-Reproduksi-Laki-Laki

harianpijar.com, JAKARTA – Organ reproduksi laki-laki merupakan sekelompok organ yang terlibat dalam sistem reproduksi dan terbagi menjadi dua bagian, yaitu organ internal dan organ eksternal.

Seluruh organ laki-laki ini berperan penting dalam setiap tahapan proses reproduksi, mulai dari pembuahan hingga terjadinya kehamilan. Seorang laki-laki yang sudah masa pubertas jika terangsang secara seksual, maka penisnya akan mengalami ereksi. Pada saat ereksi, penis akan membesar dan memanjang karena pembuluh darah melebar sehingga darah yang masuk menjadi lebih banyak.

Pada saat terjadi ereksi, yang kemudian diikuti dengan ejakulasi, penis akan mengeluarkan air mani bersama dengan sperma di dalamnya. Setiap ejakulasi, volume air mani yang dikeluarkan adalah sekitar 2,5-5 ml. Setiap mililiternya mengandung lebih dari 20 juta sperma.

Ketika melakukan hubungan intim dan sperma masuk ke vagina, sperma akan terus bergerak menuju leher rahim hingga sel telur untuk menuju proses pembuahan dan akhirnya terjadi kehamilan pada wanita.

Hormon Reproduksi Laki-Laki

Perlu diketahui bahwa seluruh sistem reproduksi pada laki-laki sangat tergantung pada hormon, yakni zat kimiawi yang mengatur aktivitas sel serta organ pada tubuh. Adapun hormon utama yang terkait dalam fungsi sistem reproduksi laki-laki meliputi:

1. Hormon Gonadotropin

Ketika anak laki-laki memasuki usia pubertas, maka tubuhnya akan memproduksi lebih banyak hormon gonadotropin. Hormon yang satu ini dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus pada otak.

Meningkatnya hormon gonadotropin lalu akan merangsang produki hormon luteinizing hormone dan hormon perangsang folikel yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari.

2. Hormon Perangsang Folikel (Follicle-stimulating hormone)

Hormon satu ini memiliki peran yang sangat penting supaya organ reproduksi laki-laki bisa menghasilkan sperma. Produksi sperma yang dihasilkan bisa mencapai 300 juta setiap harinya, dengan masa pembentukan tiap sperma sekitar 65-75 hari.

3. Luteinizing Hormone

Ketika hormon luteinizing dilepaskan ke dalam darah, maka akan terjadi produksi serta pelepasan hormon testosteron yang merupakan hormon utama pada laki-laki.

4. Hormon Testosteron

Hormon inilah yang memicu perubahan fisik pada laki-laki di masa pubertas, seperti pembesaran testis dan skrofum, penis yang semakin memanjang, suara yang semakin berat, dan tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, wajah (kumis, jenggot), dan ketiak.

Selain itu, pada sebagian remaja laki-laki juga akan mengalami penambahan berat serta tinggi badan yang cukup signifikan setelah memasuki masa pubertas. Hormon ini juga akan mempengaruhi massa tulang dan gairah seksual.

Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Laki-Laki

Menjaga kesehatan organ reproduksi sangat penting dilakukan oleh laki-laki. Selain untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan, kesehatan reproduksi pria juga berperan penting dalam program hamil untuk pasangan.

Berikut beberapa cara menjaga kesehatan organ reproduksi pria yang bisa Anda lakukan:

1. Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol

Perlu diketahui bahwa pria yang suka merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan, akan berisiko mengalami penurunan produksi dan kualitas sperma. Akibatnya, tingkat kesuburan pun akan menurun dan sulit untuk mendapatkan keturunan.

2. Menjaga berat badan

Mengalami masalah berat badan, baik kegemukan atau terlalu kurus, akan mempengaruhi kesuburan pria. Ini dikarenakan status gizi yang buruk bisa mempengaruhi kualitas sperma, sehingga mengurangi tingkat kesuburan laki-laki.

3. Menghindari paparan racun

Dalam hal ini, sebaiknya hindari diri Anda dari paparan racun berbahaya, seperti pestisida, logam berat termasuk timbale merkuri, dan zat radioaktif. Pasalnya, paparan zat-zat tersebut berisiko mengurangi tingkat kesuburan Anda. (seo)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar