Jawab NasDem Soal Prediksi Koalisi Bubar Jika Paksakan Cawapres, Begini Kata AHY

AHY
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (foto: instagram/agusyudhoyono)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab pertanyaan soal Partai NasDem yang memprediksi koalisi akan bubar jika Partai Demokrat memaksakan dirinya menjadi cawapres Anies Baswedan.

AHY melakukan sesi tanya jawab seusai konferensi pers awal tahun di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Januari 2023. Adapun salah satu pertanyaannya yakni soal komentar Waketum Partai NasDem Ahmad Ali yang memprediksi koalisi bubar andai Partai Demokrat memaksakan AHY cawapres Anies Baswedan. AHY mengikuti komentar Ahmad Ali tersebut.

“Yang jelas begini, kami juga setuju bahwa tidak boleh dalam ikhtiar membangun koalisi ada yang saling memaksakan kehendak, ada yang saling memaksakan diri,” kata AHY.

AHY lalu mencontohkan sikap memaksakan. Menurutnya, menolak seseorang tanpa alasan yang jelas juga merupakan sikap memaksa.

Baca juga:   Beda dengan Parpol Pendukung Jokowi Lainnya, Ini Alasan NasDem Tetap Ingin Pilkada 2022

“Contoh memaksakan itu begini, pokoknya wajib si A. Itu maksa. ‘Apapun ceritanya saya nggak perlu tahu urusan atau alasannya yang penting si A’,” ujar AHY.

“Atau sebaliknya, ‘Saya nggak perlu tahu alasannya yang penting jangan si A’. Sama-sama memaksa,” tambahnya.

AHY mengatakan Partai Demokrat sepakat tidak bersikap demikian. Partainya, kata dia, mengacu kepada konsensus.

AHY mempunyai harapan andai Partai Demokrat, Partai NasDem dan PKS jadi bekerja sama dalam bingkai ‘Koalisi Perubahan’. Dirinya menginginkan harapan masyarakat benar-benar bisa diwujudkan lewat koalisi yang tengah diupayakan ini.

“Kita ingin kalau koalisi ini mendapatkan restu dari Allah SWT itu benar-benar bisa menghadirkan kemenangan. Sebuah poros alternatif, sebuah poros perubahan, yang bisa membawa aspirasi dan harapan masyarakat Indonesia karena kami ingin meyakinkan Indonesia bisa berubah lebih baik tentunya dan melalui koalisi ini mudah-mudahan terbuka jalan itu,” ungkapnya.

Baca juga:   Tanggapi Darmizal, Demokrat: Mantan Kader Jangan Baper, Ini Bukan Sinetron Korea

AHY juga setuju perubahan ini tidak boleh dilakukan dengan paksaan. Dirinya menegaskan capres dan cawapres yang diputuskan haruslah mempunyai peluang kemenangan yang besar.

“Tidak boleh memang saling memaksakan tapi sebaliknya kita harus meyakinkan bahwa pasangan yang nanti bisa dihadirkan oleh koalisi perubahan ini adalah pasangan yang benar-benar merepresentasi gerakan perubahan dan perbaikan dan harus bisa membawa kans kemenangan yang paling besar. Itu yang menjadi konsensus,” kata AHY. (ilfan/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar