Pandemi Covid-19 Mereda, Keuntungan Penjualan Ayam Geprek Bertambah

UST
Agung (kiri) dan Christasula Meysi Muti Mali (kanan) mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. (foto: dok. pribadi)

YOGYAKARTA – Tahun 2019 saat pandemi Covid-19 muncul membuat bumerang tersendiri bagi Agung. Pasalnya, saat itu dia sedang merintis usahanya sebagai penjual ayam geprek.

Liburnya mahasiswa maupun pelajar karena PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga membuat penjualannya sepi. Namun hal ini tidak membuat Agung patah semangat, sampai dia bisa bertahan hingga sekarang.

“Waktu pandemi penjualan sepi karena pembelinya jarang apalagi di sini pembelinya kebanyakan anak-anak kost, mahasiswa-mahasiswa pada pulang daerahnya masing-masing karena online, jadi keuntungan juga sedikit. Tapi saya tetap bertahan saja walau secara prihatin,” kata Agung belum lama ini.

Baca juga:   Kesesuaian Strategi Diferensiasi dengan Strategi Pemanufakturan untuk Membangun Kinerja

Meski demikian, di awal tahun 2022 ini membuat suatu perubahan bagi Agung. Penjualan semakin meningkat dan pembeli juga sudah semakin banyak. Hal itu dikarenakan pandemi Covid-19 sudah mereda dan PPKM sudah ditiadakan.

“Alhamdulillah, Covid sudah berkurang, kampus dan sekolah juga sudah tatap muka. Mahasiswa dari luar daerah juga sudah kembali ke Jogja apalagi disini daerah strategis dekat kampus, tiap rumah disini juga hampir semua kost-kostan jadi banyak mahasiswa yang kost di daerah ini. Jadi penjualan juga meningkat karena di sini rata-rata pembelinya itu mahasiswa yang kost di sekitaran,” ujar Agung.

Baca juga:   Pengaruh Lingkungan Bisnis dan Strategi Operasi pada Kinerja Operasional UKM di Kasongan

Untuk keuntungan dari penjualan juga sudah lebih banyak dari sebelum pandemi, dari yang awalnya pas-pasan untuk sewa kontrak tempat dan modal penjualan, sekarang Agung sudah bisa menyisihkan keuntungannya untuk kebutuhan lainnya.

“Sekarang prioritas saya itu bayar sewa kontrak, modal jualan, bisa buat makan anak sama istri, jajan anak, buat kebutuhan sehari-hari terus sisanya untuk ditabung,” pungkasnya.

Christasula Meysi Muti Mali dan Ignatius Soni Kurniawan (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini