Budidaya Jamur Kini Menjadi Pekerjaan Sampingan

Jamur-UST
Tetry (kanan) dan Windy Dwiarini (kiri). (foto: dok. pribadi)

BANTUL – Tetry (52), seorang pembudidaya jamur kuping di Malangan, Srigading, Sanden, Bantul mampu meraih omzet jutaan rupiah per bulan dari usaha yang dijalankannya sekarang.

Budidaya tersebut mulai dijalani pada tahun 2016 dengan modal awal 15 juta yang sudah termasuk kandang, media tanam, bibit, dan perlengkapan lainnya.

Dari informasi yang didapat, Tetry mengatakan, “menggunakan media tanam yang dibuat dari bahan-bahan berupa bekatul, serbuk gergaji kayu, kapur (baglog) dan air secukupnya. Cara membuat media tanam jamur kuping adalah dengan mencampurkan bahan-bahan tersebut hingga merata. Dalam hal ini, media tanam harus difermentasi sebelum digunakan.”

Baca juga:   Pandemi Covid-19 Mereda, Keuntungan Penjualan Ayam Geprek Bertambah

Selain menjadi pembudidaya jamur kuping, ibu anak satu ini juga menjadi agen PKH dengan memanfaatkan luas lahan 45 meter persegi dalam satu bulan perkandangnya bisa 2 kali panen. Sekali panennya sekitar 10kg jamur kuping yang didistribusikan kepada pengepul dengan harga jual Rp70.000/kg. Omzet pertahunnya bisa sampai 14-16 juta rupiah dalam 1 kandangnya.

Adapun kendala yang dihadapi dalam budidaya jamur kuping tersebut ialah hama prepes atau bisa disebut hewan kecil-kecil. Dari kendala yang dihadapi pada pembudidaya jamur kuping itu biasanya langsung menindaklanjuti hama yang menyerang jamur kuping dengan cara menyemprot menggunakan pestisida.

Baca juga:   Meski Pandemi, Pelaku UMKM Ini Tetap Semangat dalam Usaha Toko Kelontongnya

Keunggulan dari budidaya jamur kuping ini yaitu, “tidak memerlukan lahan yang begitu luas, tidak memerlukan tenaga extra, serta tidak menyita waktu. Budidaya jamur tersebut juga menjadi pekerjan sampingan dengan cara perawatan yang cukup mudah dengan 2 kali siraman pagi dan sore saja, selain itu juga menjadi penghasilan tambahan untuk saya,” ujarnya.

Windy Dwiarini, Mahasiswa Prodi Manajemen Semester 3 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

Ignatius Soni Kurniawan, SE, M.Sc, Dosen Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen UST Yogyakarta.

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar