Ini Dasar Komnas HAM Nyatakan Ada Dugaan Kuat Istri Sambo Dilecehkan

Ahmad-Taufan-Damanik
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (foto: liputan6/Faizal Fanani)

harianpijar.com, JAKARTA – Kuasa hukum keluarga Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, merasa tak percaya dengan dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Menanggapi hal itu, Komnas HAM mempersilakan Kamaruddin Simanjuntak untuk menyampaikan bukti sebaliknya.

“Silakan KS (Kamaruddin Simanjuntak) memperlihatkan bukti sebaliknya,” ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kepada awak media, Senin, 5 September 2022.

Ahmad Taufan Damanik lalu menjelaskan dasar pihaknya menyimpulkan adanya dugaan kuat pelecehan terhadap Putri Candrawathi. Dirinya mengatakan dugaan itu didasari keterangan saksi, pendamping psikologis Putri Candrawathi serta dugaan pelecehan itu masuk BAP hingga berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Dugaan itu didasarkan keterangan saksi/korban yakni PC, KM, RR, dan Susi. Juga dua ahli psikologi yang mendampingi selama ini. Kasus KS (kekerasan seksual) juga masuk di BAP, di dalam rekonstruksi dan berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejaksaan,” ungkapnya.

Ahmad Taufan Damanik mengatakan pembuktian dugaan pelecehan harus melibatkan tenaga ahli. Sebagai informasi, Komnas HAM menduga kuat peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi terjadi di Magelang pada 7 Juli 2022.

Baca juga:   Komnas HAM Sebut Tak Mudah Mengusut Kasus Tewasnya Brigadir J

“Maka langkah pendalaman dugaan ini dengan melibatkan ahli-ahli lain dari lembaga yang resmi adalah jalan bagi objektifikasi atas dugaan tersebut,” kata Ahmad Taufan Damanik.

Sebelumnya, BAP Ferdy Sambo, tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, menyebut ada peristiwa dugaan pemerkosaan dan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi di Magelang.

Ferdy Sambo menyebut peristiwa itu diceritakan langsung oleh istrinya di rumah pribadi yang beralamat Jl Saguling III.

Saat itu istrinya baru tiba di rumah setelah perjalanan dari Magelang. Pengakuan tersebut disampaikan Ferdy Sambo saat sidang etik kasus pembunuhan Brigadir J yang dikutip dari CNN Indonesia, Minggu, 4 September 2022.

Berdasarkan cerita Putri Candrawathi, Ferdy Sambo dalam BAP menyebut dugaan pemerkosaan dilakukan oleh Brigadir J di Magelang saat istrinya beristirahat.

“Brigadir Nopriansyah Joshua masuk kamar dan membuka paksa kunci kamar dan melakukan pelecehan dan pemerkosaan,” ujar Ferdy Sambo dalam BAP.

Selanjutnya, Ferdy Sambo mengatakan Putri Candrawathi sempat melawan namun dilawan balik oleh Brigadir J. Ferdy Sambo pun mengaku emosi setelah mendengar cerita istrinya.

Baca juga:   Fadli Zon Sebut Drama Sambo Kalahkan Film India, Mahfud MD: Kok Lama Tak Muncul?

Ferdy Sambo kemudian memanggil Bripka Ricky dan menceritakan apa yang dialami istrinya. Selanjutnya, Ferdy Sambo berkata akan menanyakan langsung kepada Yosua soal kebenaran cerita istrinya. Namun, Ferdy Sambo meminta Bripka Ricky melindunginya.

Ferdy Sambo mengaku meminta perlindungan Bripka Ricky untuk mengantisipasi perlawanan dari Yosua. Saat itu, Ferdy Sambo menyebut Bripka Ricky tak siap melindungi dirinya.

Di sisi lain, Kamaruddin Simanjuntak lalu merespons soal BAP tersebut. Dirinya menegaskan bahwa dugaan pemerkosaan yang disampaikan Ferdy Sambo dalam BAP tidak betul.

“Tidak betul, itu hoax,” kata Kamaruddin Simanjuntak saat dimintai konfirmasi.

Komnas HAM menduga kuat peristiwa pembunuhan Brigadir J didahului oleh peristiwa kekerasan seksual. Kekerasan seksual itu diduga dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, di Magelang, Jawa Tengah.

“Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Saudari PC (Putri Candrawathi) di Magelang, tanggal 7 Juli 2022,” ujat komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam jumpa pers di kantornya, Kamis, 1 September 2022. (ilfan/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini