Tegaskan Soal ‘Jenderal Utusan SBY’ Hoax, Demokrat Minta Polisi Segera Panggil Kamaruddin

AHY-Ardy-Mbalembout
Ketum Partai Demokrat AHY dan Ketua Badan Hukum Partai Demokrat Ardy Mbalembout. (foto: instagram/ardy_mbalembout_law)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrat menegaskan informasi soal ‘jenderal yang diutus Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)’ untuk menyembah dan sujud kepada Kamaruddin Simanjuntak pada 2011 adalah hoax. Mereka pun meminta polisi segera memeriksa pengacara Brigadir J tersebut.

“Situasi sekarang tidak sedang baik-baik saja. Ini bisa menjadi trigger atau pintu masuk membuat situasi nasional, kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi kacau karena akan saling curiga di antara kita semua,” ujar Kepala Badan Hukum dan Pengamanan DPP Partai Demokrat Ardy Mbalembout kepada awak media, Rabu, 31 Agustus 2022.

Ardy Mbalembout mengatakan tindakan Kamaruddin Simanjuntak terkait ‘jenderal bintang tiga utusan SBY’ termasuk delik umum. Karena itu, kata dia, tak perlu ada laporan untuk memeriksa pengacara Brigadir J tersebut.

Baca juga:   Bantah Ada Kubu Hasto, PDIP Ingatkan Andi Arief untuk Tak Coba Pecah Belah

“Jadi ini harus segera diusut, polisi harus segera memanggil orang ini,” kata Ardy Mbalembout.

“Jadi ini polisi harus aktif dan dia diberi kewenangan oleh undang-undang untuk melakukan itu. Tidak perlu tunggu lagi ada laporan. Ini termasuk delik umum,” tambahnya.

Selain itu, dikatakan Ardy Mbalembout, Partai Demokrat dan SBY secara pribadi merasa dirugikan. Dirinya khawatir tindakan Kamaruddin Simanjuntak menyebarkan kabar soal jenderal utusan SBY menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

“Secara pribadi dirugikan nama baik Pak SBY, nama baik Partai Demokrat. Ini juga adalah delik umum, bahwa tak perlu menunggu laporan juga harusnya polisi segera memanggil. Ini kan bisa menimbulkan keonaran di seluruh Indonesia,” tukas Ardy Mbalembout.

Seperti diketahui, Partai Demokrat melayangkan somasi kepada Kamaruddin Simanjuntak terkait pernyataan ada jenderal bintang tiga yang mewakili SBY menyembah dan bersujud kepadanya. Kamaruddin Simanjuntak membocorkan sosok jenderal bintang tiga tersebut.

Baca juga:   Hadapi Masalah Ekonomi, SBY: Diminta Pemerintahan Jokowi Tidak Dibebani Isu Lain

“Somasi saja jenderal bintang tiga mantan Wakasad, yang memimpin pertemuan di Lagoon Room Hotel Hilton/Sultan itu,” ujar Kamaruddin Simanjuntak kepada awak media, Senin, 29 Agustus 2022 malam.

Meski begitu, Kamaruddin Simanjuntak tak menyebut detail siapa nama jenderal tersebut. Dia hanya mengatakan peristiwa jenderal bintang tiga utusan SBY menyembah dirinya terjadi pada 2011.

amaruddin Simanjuntak juga mengaku tak akan meminta maaf soal pernyataannya seperti yang dituntut Partai Demokrat lewat somasi.

“Mengapa dia sujud dan menyembah dengan (sappulu jari jari pasappulu sada simanjujung), untuk dan atas nama Presiden,” tuturnya. (msy/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini