Bawaslu Tolak Laporan Partainya, Eggi Sudjana: Saya Nggak Dapat Rasa Keadilan

Eggi-Sudjana
Eggi Sudjana. (foto: detik/Rengga Sancaya)

harianpijar.com, JAKARTA – Laporan Partai Pemersatu Bangsa yang diketuai oleh Eggi Sudjana ditolak Bawaslu. Eggi Sudjana pun mengungkapkan rasa kekecewaannya.

“Ya itulah satu fakta ya rasa keadilan dan rasa kejujuran kebenaran itu saya nggak dapat. Padahal kita mana tadi datanya kita sudah lengkap semuanya tapi ditolak,” ujar Eggi Sudjana saat ditemui seusai sidang di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Senin, 29 Agustus 2022.

Tak hanya itu, Eggi Sudjana juga mengungkapkan kebingungannya terkait kelengkapan administratif yang menurut Majelis Pemeriksa dianggap belum memenuhi. Dirinya mengklaim telah menghitung ulang DPC yang dianggap tidak lolos dan memenuhi kekurangan data tersebut.

“Nah sekarang pertanyaannya apa pertimbangan, kan nggak ada pertimbangannya tidak lolos itu apa gitu? Misalnya materiil satu ini nggak cocok ini nggak bener nah itu saya senang,” kata Eggi Sudjana.

“Nah ini nggak ada langsung aja diputus secara materiil nggak benar,” tambahnya.

Baca juga:   KPU Pertanyakan Tim Prabowo-Sandi Baru Persoalkan Posisi Ma'ruf Amin di Bank Pasca-Pilpres

Eggi Sudjana juga menuding terkait suap dalam pendaftaran parpol peserta pemilu ini. Dirinya menuding ada partai yang tidak layak untuk lolos.

“Ada yang juga saya yakin tidak layak dan hampir semua banyak partai tidak layak sebenarnya kalau di real. Ini ada 80 ribu desa bagaimana sampai di kecamatan itu, di kecamatan itu minimal 50 persen. Misalnya Bogor ada 14 kecamatan, kan kalau 50 persennya musti ada 7 kecamatan,” ujar Eggi Sudjana.

“Saya berani taruh apalagi yang di Papua di NTT dan lain sebagainya. Maka diduga yang nyogok pasti diterima bahkan saya dengar ada 1 partai nyogok Rp 50 miliar,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Bawaslu menerima laporan 12 parpol yang melaporkan KPU karena tidak lolos pendaftaran sebagai peserta Pemilu 2024. Hari ini, Bawaslu kembali menindaklanjuti laporan Partai Pandu Bangsa dan Partai Pemersatu Bangsa dalam sidang pemeriksaan.

Baca juga:   Mendagri: Diharapkan Uji Kelayakan Komisioner Pemilu, Selesai Sebelum 12 April

Sidang dipimpin oleh Ketua Bawaslu Rahmat Bagja sebagai Majelis Pemeriksa. Dia didampingi anggota Bawaslu sebagai anggota Majelis Pemeriksa, Totok Hariyono, Puadi, Herwyn Jefler Hielsa Malonda dan Lolly Suhenti. Dalam putusan sidang, Bawaslu menyatakan laporan Partai Pemersatu Bangsa tidak diterima.

“Menyatakan laporan tidak dapat diterima dan tidak ditindaklanjuti,” kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam sidang pendahuluan di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin, 29 Agustus 2022.

Partai Pemersatu Bangsa tercatat dalam nomor laporan 010/LP/PL/ADM/RI/00.00/VIII/2022. Laporan sidang masing-masing parpol dibacakan secara bergantian oleh anggota majelis pemeriksa. Hasilnya, laporan Partai Pemersatu Bangsa ditolak.

Hal itu dikarenakan majelis berpendapat objek pelanggaran yang dilaporkan pelapor tidak jelas. Kemudian, pelapor tidak menyebutkan secara jelas perbuatan yang dilakukan terlapor, yakni KPU sebagai pelanggaran administrasi pemilu.

“Sehingga majelis menyimpulkan bahwa laporan pelapor tidak memenuhi syarat materiil,” sebutnya. (ilfan/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini