Tim PKM UNESA Bekali Guru SMAM 10 Surabaya dengan Workshop Tipologi Minat Kerja Siswa Berkebutuhan Khusus

UNESA
. (foto: dok. pribadi)

SURABAYA – Tim PKM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melakukan kerja sama dengan guru di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya dalam mengadakan Workshop Pendekatan Tipologi Minat Kerja Pada Siswa Berkebutuhan Khusus pada Selasa, 26 Juli 2022, di BG Junction, Surabaya.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pembekalan kepada guru terkait perkembangan minat kerja pada siswa terutama pada siswa dengan kebutuhan khusus. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dosen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA Siti Ina Savira, S.Psi., M.EdCP, Ira Darmawanti, M.Psi., Psikolog., dan Riza Noviana Khoirunnisa, S.Psi., M.Si.

Kepala sekolah dan koordinator inklusi SMA Muhammadiyah 10 Surabaya menyambut baik workshop ini. Dirinya berharap kerja sama antara UNESA dan SMAM 10 tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, namun dapat berkelanjutan pada pendampingan dan pembekalan-pembekalan selanjutnya.

Pemateri pada workshop ini adalah Dina Nastiti yang merupakan psikolog ahli pada bidang minat kerja dan anak berkebutuhan khusus. Workshop ini diikuti oleh 50 guru SMAM 10 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 dan selesai pukul 14.00 WIB ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Ir Sudarusman.

Baca juga:   Strategi Literasi untuk Semua Guru

Psikolog Amerika Serikat John L Holland menjelaskan bahwa preferensi pekerjaan seseorang merupakan ekspresi terselubung dari karakter yang mendasarinya. Dalam pemilihan minat bidang kerja sendiri terbagi menjadi dua faktor yakni hubungan antara lingkungan, orang dengan perkembangannya dan interaksi orang dengan lingkungan kerjanya.

“Untuk menganalisis minat kerja pada siswa berkebutuhan khusus diperlukan data riwayat perkembangan dan pendidikan siswa baik dari orang tua maupun guru sehingga diperlukan banyak kegiatan pada siswa berkebutuhan khusus untuk dapat mengeksplorasi minat dan keterampilannya,” kata Dina Nastiti.

Selain itu, mengenali siswa berkebutuhan khusus melalui wawancara dan observasi yang mendalam juga sangat diperlukan terutama oleh para pengasuh atau orang tua. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang baik antara orang tua siswa dengan guru di sekolah untuk menentukan minat kerja yang dimiliki oleh siswa.

Baca juga:   Asah Kompetensi Guru IPA SMP se-Kota Mojokerto, Tim Dosen UNESA Beri Pelatihan Membuat Video Pembelajaran Berbasis "Principled Use of Video"

Pendekatan tipologi minat kerja yang dijelaskan pada workshop ini menggunakan 6 tipologi minat kerja dari John L Holland, yakni realistic, investigative, astistic, social, enterprising, dan conventional. Tipologi minat kerja tersebut bisa diterapkan menyesuaikan pada pola kepribadian setiap individu.

Kegiatan workshop ini diakhiri dengan Focus Group Disscusion (FGD) oleh guru SMAM 10 yang terbagi menjadi 4 kelompok untuk membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi pada siswa di sekolah, terutama pada siswa berkebutuhan khusus.

“Sebenarnya ketika berbicara tentang berkebutuhan khusus semua anak memiliki kebutuhan khusus yang berbeda satu sama lain, sehingga pendekatan tipologi minat kerja ini bisa bermanfaat ketika bapak ibu berhadapan langsung dengan siswa,” ujar Siti Ina Savira.

Tim PKM UNESA berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepekaan dan kesadaran guru untuk melakukan observasi yang lebih mendalam pada siswa dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki sehingga memunculkan minat kerja yang dimiliki oleh setiap siswa.

Venna Arzika Humaida
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini