Jurusan IPA UNESA Beri Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi MGMP IPA Kabupaten Magetan

IPA-UNESA
Kegiatan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi. (foto: dok. pribadi)

SURABAYA – Implementasi Kurikulum Merdeka yang akan diberlakukan mulai Tahun Ajaran 2022/2023 saat ini ramai diperbincangkan di kalangan pendidik. Implementasi ini tentu saja menimbulkan keresahan bagi pendidik karena keterbatasan informasi serta pendidikan dan pelatihan mengenai pola pembelajaran yang diusung dalam Kurikulum Merdeka itu sendiri.

Keresahan ini juga dipicu karena tidak semua guru mengikuti program guru penggerak dan belum semua sekolah menjadi sekolah penggerak. Di sisi lain pemerintah membagi tiga kategori bagi satuan pendidikan (sekolah) untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.

Ketiga kategori tersebut, yaitu: (1) Mandiri Belajar; (2) Mandiri Berubah; dan (3) Mandiri Berbagi. Kesamaan dari ketiga kategori tersebut adalah setiap sekolah wajib menerapkan pola pembelajaran dan penilaian sesuai esensi merdeka belajar dalam Kurikulum Merdeka. Secara khusus, sekolah dengan kategori Mandiri Belajar masih diperbolehkan menggunakan Kurikulum 2013.

Menyadari akan dinamika permasalahan di kalangan pendidik, khususnya mata pelajaran IPA, maka tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yakni Muhamad Arif Mahdiannur, Prof Erman, Martini, Laily Rosdiana, dan Tutut Nurita, serta dibantu oleh dua orang mahasiswa berinisiatif menggali kendala yang dihadapi oleh para guru IPA melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA yang ada di Jawa Timur.

Baca juga:   Tim PKM UNESA Bekali Guru SMAM 10 Surabaya dengan Workshop Tipologi Minat Kerja Siswa Berkebutuhan Khusus

Salah satu MGMP IPA yang menyambut baik inisiatif kami adalah MGMP IPA Kabupaten Magetan. Kendala yang dihadapi oleh para guru IPA SMP/Sederajat di Kabupaten Magetan adalah tentang perumusan rencana pembelajaran sesuai kerangka Kurikulum Merdeka dengan mengikuti semangat merdeka belajar. Tim PkM Jurusan IPA kemudian melakukan survei awal untuk memetakan kebutuhan para guru IPA di Kabupaten Magetan.

Setelah menganalisis data survei awal, maka didesain sebuah pelatihan pembelajaran berdiferensiasi bagi guru IPA anggota MGMP IPA Kabupaten Magetan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara blended learning, yakni memadukan pelatihan tatap muka (luring) dan asynchronous menggunakan learning management system (LMS).

Kegiatan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi ini dimulai pada tanggal 23 Juli 2022. Kegiatan pelatihan dilakukan secara klasikal di aula SMPN 4 Magetan. Kegiatan pelatihan ini dihadiri 56 orang peserta yang merupakan guru IPA se-Kabupaten Magetan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, yaitu Dra Endang Ambarwati MM selaku Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan, Dr Mohammad Budiyanto M.Pd selaku Plt. Ketua Jurusan IPA FMIPA Unesa, Suci Rahayu S.Pd, M.Pd selaku Pembina MGMP IPA Kabupaten Magetan, serta Supardi S.Pd selaku Ketua MGMP IPA Kabupaten Magetan.

Baca juga:   Strategi Literasi untuk Semua Guru

Dalam sambutannya, Sekretaris Dikpora Kabupaten Magetan menyambut baik atas kegiatan pelatihan pembelajaran Kurikulum Merdeka bagi para guru IPA SMP/Sederajat.

“Kami sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan ini. Para guru hendaknya perlu meningkatkan kompetensinya secara terus-menerus,” ungkap Endang Ambarwati.

Mohammad Budiyanto yang mewakili Jurusan IPA juga mengungkapkan terima kasih atas dukungan Dikpora Kabupaten Magetan serta kesediaan MGMP IPA untuk partisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi.

Ketua MGMP IPA Kabupaten Magetan Supardi S.Pd juga mengatakan, “Kurikulum Merdeka adalah tantangan tersendiri bagi guru dan sekolah, kami mengharapkan agar kegiatan ini mampu memberikan pemahaman bagi guru IPA tentang proses pembelajaran berdiferensiasi.”

Kegiatan pelatihan ini difokuskan pada pengenalan dan contoh komponen modul ajar, perumusan tujuan pembelajaran dari Capaian Pembelajaran, serta model-model diferensiasi konten, proses, dan produk.

Para peserta antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh tim pelaksana PkM. Pelatihan ini akan dilaksanakan sampai 7 Agustus 2022 dengan rincian kegiatan berupa workshop secara luring dan pendampingan berkala dan penugasan mandiri menggunakan LMS.

Muhamad Arif Mahdiannur
Program Studi S1 Pendidikan Sains, Jurusan IPA, FMIPA Universitas Negeri Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini