Soal Cawapres Prabowo, Gerindra Sebut Akan Diputuskan Usai Capres Dikukuhkan

Sufmi-Dasco-Ahmad
Sufmi Dasco Ahmad. (foto: dok. Pikiran Rakyat)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai wacana duet Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hanya tinggal menunggu waktu sembari melihat dinamika partai lain.

Terkait hal itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan deklarasi Prabowo Subianto capres dan koalisi PKB diputuskan usai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra selesai.

“Kami baru akan mendeklarasikan pencapresan Pak Prabowo dalam Rapimnas akhir Juli 2022 ini. Sekaligus deklarasi koalisi partai dengan Partai Kebangkitan Bangsa,” ujar Sufmi Dasco Ahmad kepada awak media, Senin, 18 Juli 2022.

Sedangkan soal cawapres Prabowo Subianto, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bakal diputuskan setelah deklarasi Prabowo Subianto sebagai capres. Dirinya mengaku tak ingin mendahului rangkaian yang dibuat Partai Gerindra.

Baca juga:   PKB: Demokrasi Perlukan Tokoh seperti Amien Rais

“Untuk masalah wapres, menurut Anggaran Dasar kami, akan dibicarakan dalam satu forum yang dibuat untuk itu, setelah calon presiden dari partai dikukuhkan,” jelas Sufmi Dasco Ahmad.

“Sehingga saya tidak mau mendahului keputusan dari forum yang akan dibentuk untuk membicarakan wapres sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Gerindra,” tambahnya.

Sebelumnya, PKB menilai wacana duet Prabowo Subianto dan Cak Imin menguat. PKB menyebut kemesraan dengan Partai Gerindra jelang Pilpres 2024 juga menguat.

“Komunikasi antarwilayah dan daerah terus berjalan pada tiap tingkatan untuk memetakan kekuatan, menyusun kegiatan dan analisa potensi kemenangan pada level daerah,” ujar Waketum PKB Jazilul Fawaid kepada awak media, Senin, 18 Juli 2022.

Baca juga:   Saat Jabat Presiden, Megawati Mengaku Selamatkan Prabowo yang Terancam Tanpa Negara

PKB merasa yakin wacana duet Prabowo Subianto dan Cak Imin diresmikan akhir tahun ini sambil memantau pergerakan partai lainnya seperti PDIP dan koalisi Partai Golkar, PAN, PPP dalam Koalisi Indonesia Bersatu.

“Duetnya, insyaallah akan diresmikan pada akhir tahun ini, sambil menunggu dinamika tetangga sebelah. Kami juga membuka pintu bergabungnya partai lainnya,” kata Jazilul Fawaid.

“(Dinamika tetangga sebelah) KIB, dinamika di PDIP dan NasDem,” tambahnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar