Implementasi Program Pengentasan Rumah Tidak Layak Huni Kerjasama UNNES GIAT-POKMAS-DISPERAKIM Jateng

KKN-UNNES-Ketapang
. (foto: dok. pribadi)

SEMARANG – Dalam rangka menanggulangi kemiskinan, khususnya dibidang penyediaan rumah layak huni, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang mendapatkan jatah bantuan pembangunan rumah baru sebanyak 12 unit.

Pembangunan baru model RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) atau Bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat, merupakan program dari pemerintah provinsi yang diperuntukkan kepada masyarakat yang mempunyai dua kartu keluarga dalam satu rumah.

Dengan maksud agar mereka dapat meningkatkan taraf kehidupan secara wajar dan memiliki hunian yang memenuhi standar kelayakan.

Bantuan program pembangunan baru model RUSPIN ini berbeda dengan bantuan pembangunan rumah yang biasanya dikelola di desa-desa seperti bantuan rehabilitasi atau bedah rumah.

Pembangunan baru RUSPIN berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi saja dan itu berupa bahan material bangunan senilai Rp35.000.000. untuk setiap rumah.

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan program kemitraan dengan DISPERAKIM (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) Provinsi Jawa Tengah, salah satunya melalui program KKN UNNES GIAT di Desa Ketapang.

Baca juga:   Bisnis Ikan Cupang di Tengah Pandemi Hasilkan Keuntungan Fantastis

Mahasiswa KKN di Desa Ketapang bersama pihak DISPERAKIM Jawa Tengah dan DISPERMADES (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Semarang, memiliki tugas mendampingi masyarakat dan memonitoring pelaksanaan pembangunan rumah layak huni Bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat, memfasilitasi masyarakat dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait rumah layak huni, serta membangun kesadaran atau kepedulian masyarakat mengenai isu dan permasalahan di bidang perumahan serta permukiman yang ada di lingkungan tempat tinggal.

Mahasiswa KKN UNNES GIAT juga telah berhasil membantu pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan survei pendataan ulang atau pembaharuan data validasi simperum warga penerima bantuan RTLH di Desa Ketapang, dan membantu DISPERAKIM Jawa Tengah dalam memonitoring pelaksanaan pembangunan baru RUSPIN Bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat dalam kurun waktu 4 Bulan.

Pembangunan baru ini tersebar di 12 titik di 5 dusun di Desa Ketapang. Kepala Desa Ketapang telah memutuskan untuk membentuk Kelompok Masyarakat (POKMAS) Bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat, yang di dalamnya beranggotakan penerima bantuan, secara kepengurusan terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan anggota.

Baca juga:   Mahasiswa KKN UNNES Berupaya Bangkitkan Kembali Tempat Wisata Gumuk Reco

Ketua POKMAS Griya Berkah Muhammad Alimi menuturkan bahwa “Desa Ketapang merupakan desa yang pertama kali menerima Bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat Model RUSPIN dan menjadi percontohan di Kabupaten Semarang.”

Setiap titik pembangunan memiliki progres yang berbeda dengan titik pembangunan yang lain, karena tergantung pengiriman barang dan pencairan dana dari pusat serta dana swadaya dari penerima bantuan.

“Merasa bersyukur dan sangat terbantu atas pemberian bantuan pembangunan rumah baru serta mendapatkan pendampingan dari KKN UNNES GIAT dan pihak DISPERAKIM Jawa Tengah,” kata Ibu Tukirah, salah satu warga penerima bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat RUSPIN.

“Semoga dengan adanya bantuan Stimulan Rumah Sederhana Sehat sistem RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) di Desa Ketapang ini, dapat meningkatkan kesejahteraan warga, serta berharap program pemerintah dalam upaya pengentasan Rumah Tidak Layak Huni ini dapat berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya,” kata Kepala Desa Ketapang H Muhammad Ni’am.

Mohammad Romdlon
Tim KKN UNNES GIAT Angkatan 1 Desa Ketapang

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini