Presiden Jokowi: Ada yang Tanya, Nanti 2024 IKN Lanjut atau Tidak, Lho Sudah Ada UU-nya

Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: Antara/Hafidz Mubarak)

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah sebuah mimpi dan gagasan lama namun baru dieksekusi sekarang. Dirinya menyebut saat ini sudah ada dasar pembangunan IKN, yakni Undang-Undang IKN yang telah disahkan.

“Sekarang telah kita eksekusi dan ada backup UU-nya, yaitu Undang-Undang Ibu Kota Negara. Jadi, kalau ada yang masih meragukan, jadi pindah atau tidak, undang-undangnya sudah ada. Ada yang bertanya lagi, ini nanti 2024 dilanjutkan atau tidak. Lho sudah ada UU-nya didukung oleh 93 persen di DPR, di parlemen, kurang apa lagi,” ujar Jokowi saat menyampaikan sambutan di pembukaan Kongres PMKRI seperti dilihat virtual, Rabu, 22 JUni 2022.

Baca juga:   Habiburokhman Nilai FPI Ada di Garis Pancasila dan Konstitusi

Menurut Jokowi, gagasan pemindahan ibu kota sudah lama tercetus. Ide pemindahan ibu kota itu selalu muncul di setiap kepemimpinan presiden karena beban Pulau Jawa dinilai sudah terlalu berat.

“Karena apa? memang logikanya, itung-itungannya memang harus pindah. Yang pertama, Pulau Jawa itu bebannya terlalu berat. Satu dari sisi populasi, 56 persen populasi Indonesia, 270 juta, itu ada di Pulau Jawa, 56 persen. 149 juta ada di Jawa, di Pulau Jawa. Padahal kita memiliki 17 ribu pulau. Satu pulau diisi 56 persen dari penduduk kita sehingga bebannya Jawa ini berat sekali,” jelasnya.

Baca juga:   Sah, Jokowi Resmikan Berdirinya Bank Syariah Indonesia

Tak hanya itu, Jokowi mengatakan ekonomi selama ini terlalu tersentralisasi di Pulau Jawa. Dirinya ingin ekonomi merata di seluruh Indonesia.

“Kemudian dari sisi ekonomi, PDB ekonomi, GDP ekonomi. 58 persen itu ada di Jawa. Terus yang rakyat kita yang ada di luar Jawa itu, yang berada di 17 ribu pulau itu, dibagi berapa persen. Ini yang sering saya sampaikan, ini adalah pemerataan ekonomi. Dan yang paling penting memang kita ingin Indonesia-sentris bukan Jawa-sentris,” kata Jokowi. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar