Ratusan Sapi di Bengkulu Tertular PMK, Dilarang Keluar Wilayah

pemeriksaan-sapi
Hewan sapi saat dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. (foto: ANTARA/Anggi Mayasari)

harianpijar.com, BENGKULU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu mengungkapkan bahwa sebanyak ratusan ekor sapi di Provinsi Bengkulu teridentifikasi tertular penyakit mulut dan kaki (PMK).

Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu M Syarkawi, pada Kamis, 16 Juni 2022, berdasarkan hasil uji dari laboratorium Balai Veteriner Provinsi Lampung.

Ratusan ekor sapi yang tertular PMK tersebut berasal dari 3 kabupaten di Provinsi Bengkulu, yakni Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 63 ekor, Kabupaten Kepahiang 300 ekor lebih dan Kabupaten Bengkulu Utara 1 ekor.

Baca juga:   Pemkab Rejang Lebong Jalin Kerjasama, Investor Malaysia Bantu 60 Ekor Sapi

Adapun 300 ekor sapi di Kabupaten Kepahiang berasal dari satu desa, yaitu Desa Tangsi Baru, Kecamatan Kebawetan. Di Kabupaten Rejang Lebong berasal dari Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur. Sedangkan di Kabupaten Bengkulu Utara berasal dari Kecamatan Kemumu dan diduga terinfeksi PMK saat berada di rumah potong hewan.

Lebih lanjut, Syarkawi mengatakan penularan PMK di Provinsi Bengkulu diduga dari hewan ternak kambing yang berasal dari Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Sehingga, wilayah yang dinyatakan terinfeksi PMK telah dilakukan penutupan dan hewan-hewan di desa tersebut dilarang keluar wilayah.

Baca juga:   Pemkab Rejang Lebong Jalin Kerjasama, Investor Malaysia Bantu 60 Ekor Sapi

Hal tersebut dilakukan guna mencegah peredaran sapi keluar dari wilayah terjangkit serta membatasi peredaran sapi masuk antar-provinsi, juga diberlakukan surat keterangan kesehatan hewan.

Meski demikian, warga Provinsi Bengkulu diminta untuk tidak khawatir terkait penyebaran PMK tersebut. Pasalnya, PMK tidak menyerang atau berbahaya bagi manusia.

Warga juga tetap diperbolehkan mengonsumsi daging sapi yang terkena PMK, namun untuk bagian mulut, lidah, hidung bagian kaki bawah, serta jeroan sapi dilarang untuk dikonsumsi. (msy/ant)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar