Edukasi Pola Hidup Sehat dan Pemanfaatan Sampah Plastik di SD Kebonagung 1 oleh Mahasiswa UNNES

KKN UNNES
. (foto: dok. pribadi)

SEMARANG – Kelompok mahasiswa UNNES GIAT angkatan pertama yang diterjunkan mulai 23 Februari – 16 Juni 2022 di Desa Kebonagung, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang memberikan sosialisasi dan juga pendampingan di SD Kebonagung 1 terkait masalah menjaga pola hidup sehat serta pemanfaatan sampah plastik di sekitar lingkungan sekolah.

Pelaksaan program tersebut merupakan inisiatif dari kelompok UNNES GIAT bersama Bapak Drs. Cahyo Yuwono, M. Pd untuk mengajarkan kepada anak-anak di desa pentingnya menjaga pola hidup sehat dan lingkungan.

Diketahui program UNNES GIAT merupakan implementasi proyek kemanusiaan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memiliki masa pengabdian di lingkungan masyarakat selama 4 bulan bahkan lebih.

Masa pengabdian di masyarakat yang lebih lama daripada KKN biasa, memungkinkan mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengeksplorasi potensi-potensi yang ada di desa dengan lebih optimal. Sehingga besar harapan dari UNNES agar masyarakat dapat mempelajari dan mempraktekkan ilmu yang dibagikan oleh mahasiswa UNNES GIAT.

Tema yang diusung pelaksana UNNES GIAT di Desa Kebonagung adalah “Pencegahan dan Penanganan Stunting”. Tema ini diambil didasarkan atas banyaknya kasus stunting yang terjadi pada balita yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata.

Stunting diakibatkan oleh kebutuhan gizi yang diterima ibu selama masa kehamilan dan/atau balita tidak cukup untuk memenuhi nutrisi harian tubuhnya. Sehingga tumbuh kembang anak akan melambat daripada rata-rata teman sebayanya.

Baca juga:   Membentuk Jiwa Kepemimpinan Melalui Kegiatan PKMM-TJ

Stunting terjadi pada anak-anak yang lewati masa balita akan sangat sulit ditangani daripada yang masih pada masa balita. Untuk mencegah stunting secara berkelanjutan dan menjangkiti generasi anak-anak desa ke depannya, perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat desa mengenai bahaya yang mengancam akibat stunting.

Salah satu cara yang dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan stunting adalah membudayakan pola hidup sehat kepada masyarakat.

Edukasi pola hidup sehat dilakukan oleh kelompok UNNES GIAT dengan menyasar para generasi-generasi unggulan desa yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Khususnya bagi siswa-siswi kelas 5 yang dinilai sudah mampu memahami beberapa materi yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kegiatan sosialisasi edukasi pola hidup sehat dan pemanfaatan sampah botol plastik dilakukan pada Sabtu, 16 April 2022.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan lingkungan yang bersih dan sehat, kebiasaan memakai masker apabila berada di keramaian (masa pandemi), perilaku menjaga di rumah maupun di sekolah, menanamkan kebiasaan mencuci tangan secara baik dan benar ketika ingin memulai kegiatan apapun.

Selain mengajarkan pola hidup sehat, kakak-kakak mahasiswa juga mengajarkan jenis-jenis sampah yang harus dibuang sesuai dengan tempat dan jenisnya.

Baca juga:   KKN UNNES GIAT Mengadakan Screening dan Penyuluhan Kesehatan bagi Remaja

Kakak-kakak mahasiswa juga mengajarkan bagaimana cara memanfaatkan sampah botol minum kemasan yang melimpah di sekitar lingkungan sekolah. Para murid diajak untuk mengumpulkan botol bekas di sekitar lingkungan rumah dan sekolah. Rencananya mahasiswa UNNES GIAT ingin membuat pot bunga dari sampah botol bekas yang dapat digantung di pagar sekolah.

Botol bekas yang dikumpulkan kemudian dipotong agar dapat dimasuki bunga dan tanaman. Sebelum botol bekas dimasuki tanaman, kakak-kakak mahasiswa mempersilakan adik-adik kelas 5 untuk mewarnai botol-botol mereka yang telah dikumpulkan dengan cat kayu.

Mewarnai bagi siswa-siswa SD selain meningkatkan imajinasi mereka, kegiatan tersebut juga mengasah kreatifitas mereka dalam membuat sesuatu. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong anak-anak untuk tetap aktif dan mengamalkan perilaku ikhlas dalam berbagi, sebab cat dan kuas yang disediakan sangat terbatas. Sehingga para murid harus berbagi dan menggunakannya bersama-sama.

Setelah selesai diwarnai, botol-botol tersebut ditanami dengan tumbuh-tumbuhan dan bunga. Tidak lupa dipasang dengan tali agar tanaman dan bunga dapat digantungkan oleh siswa-siswi di pagar depan sekolah.

Selain diajarkan menanam tumbuhan, kakak-kakak mahasiswa juga mengajarkan bagaimana merawat tanaman agar tidak mudah mengering dan mati. Sehingga adik-adik SD tersebut mampu mengemban tanggung jawab untuk menjaga dan merawat tanaman masing-masing.

KKN UNNES GIAT 1 Kebonagung

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini