Gerindra Soal Rencana Miyabi ke Jakarta: Kalau Timbulkan Kontroversi Lebih Baik Jangan

Maria-Ozawa-alias-Miyabi
Maria Ozawa alias Miyabi. (foto: Instagram/vickyprasetyo777)

harianpijar.com, JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Syarif, mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta menolak acara gala dinner Maria Ozawa alias Miyabi. Pasalnya, rencana tersebut sudah mengundang kontroversi di tengah masyarakat.

“Saya dalam posisi tidak menolak (tujuan investasi). Cuman kalau menimbulkan kontroversi lebih baik jangan. Saya dalam posisi mengatakan jangan, ya menolak,” ujar Syarif kepada awak media, Kamis, 19 Mei 2022.

Kendati demikian, Syarif menekankan Pemprov untuk melakukan kajian lebih lanjut sebelum menerbitkan izin. Mengingat acara gala dinner ini bisa saja berdampak positif di bidang ekonomi kreatif.

“Gala dinner itu kan tentu ada tujuannya ya. Tujuannya baik, mengundang investasi di dunia ekonomi kreatif mungkin ya. Itu terlepas dari soal siapa yang diundang,” kata Syarif.

“Saya meminta Pemprov untuk melakukan pengkajian yang lebih dalam lah ya. Kalau mengundang kontroversi untuk apa kalaupun tujuannya baik,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Syarif, jika Pemprov tetap memberi izin di tengah kontroversi, dirinya khawatir waktu Pemprov bakal terbuang banyak hanya untuk memberikan klarifikasi.

Baca juga:   Gowes Bareng Dubes Negara Nordik, Anies: Sepeda Harus Diubah Jadi Transport

“Ya apalagi belum ada izin masuk lebih baik dipertimbangkan lagi karena kontroversinya. Nggak produktif gitu, jadinya ngurusin mengklarifikasi-klarifikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan bintang film porno Jepang, Maria Ozawa atau Miyabi akan datang ke Indonesia. Mujahid 212 menolak hal tersebut.

Damai Hari Lubis, yang mengatasnamakan pengamat hukum dan politik Mujahid 212, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak kedatangan Miyabi. Dirinya menduga kedatangan Miyabi ke Jakarta sebagai jebakan untuk Anies Baswedan.

Menurut Damai Hari Lubis, rencana kedatangan Miyabi ke Jakarta dapat menjatuhkan nama baik Anies Baswedan. Kedatangan Miyabi ke Jakarta, kata dia, dapat mencoreng karier politik Anies Baswedan.

“Mungkin isu Miyabi datang menghibur warga Jakarta bertujuan politis, jatuhkan nama baik Anies di pengujung kinerjanya,” ujar Damai Hari Lubis, Selasa, 17 Mei 2022.

Terlebih, dikatakan Damai Hari Lubis, Anies Baswedan digadang-gadang akan menjadi salah satu calon presiden pada Pemilu 2024. Dirinya meminta agar Miyabi tak diberi izin berkegiatan di Jakarta.

Baca juga:   Muzani: Gerindra Instruksikan Tidak Mencalonkan Eks Koruptor di Pilkada 2020

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta telah buka suara terkait rencana kedatangan Miyabi yang disorot kelompok Mujahid 212. Disparekraf DKI Jakarta memastikan belum menerima permohonan acara Miyabi apapun di Jakarta.

“Oke, terkait kedatangan Miyabi ke acara tersebut, kami belum dapatkan permohonan untuk lakukan kegiatan apapun istilahnya, makan malam, meet and greet dengan Miyabi, belum sama sekali. Kami belum bisa komentar apapun karena permohonannya belum ada,” ungkap Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Iffan saat dimintai konfirmasi terkait rencana kedatangan Miyabi di Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022.

Iffan mengatakan, kalaupun Miyabi tetap mengajukan permohonan acara, pihaknya akan tetap mengevaluasi permohonan tersebut. Menurutnya, akan ada tim gabungan untuk artis-artis yang berencana membuat acara di Jakarta. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar