Singgung Framing Jahat, Andi Arief: Tuduhan Tak Kooperatif Mengusik Jiwa Saya

Andi-Arief
Andi Arief. (foto: dok liputan6)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyatakan bahwa hingga hari ini belum menerima surat panggilan atau surat panggilan ulang dari KPK terkait pemeriksaan sebagai saksi di kasus korupsi Bupati Penajam Paser Utara. Dia pun meminta KPK berhenti mem-framing-nya tidak kooperatif.

“Belum (terima surat panggilan ulang KPK), saya ini nggak bohong, dapat berita pemanggilan baru tadi dari media, saya (juga) sudah temui Ketua RT dan para tetangga apakah pada tanggal 24 Maret 2022 ada petugas KPK atau siapa pun menitipkan surat panggilan untuk saya? Semua menjawab tidak ada,” ujar Andi Arief saat dihubungi, Selasa, 29 Maret 2022, seperti dilansir dari detik.

Menurut Andi Arief, sejak 24 Maret sampai hari ini memang tengah berada di Lampung untuk mengikuti acara musyawarah cabang (muscab). Selain itu, kata dia, istrinya juga tidak berada di rumah.

“Saya bertanya karena tanggal itu saya dan anak-anak serta asisten rumah tangga sedang berada di Lampung. Ikut saya menghadiri muscab di Lampung. Istri saya berada di Turki bersama kelompok pengajian, jadi rumah dalam keadaan kosong dan terkunci. Saya juga bertanya pada pemilik rumah kontrakan yang berada di rumah saya, warung di depan rumah saya,” ungkapnya.

Baca juga:   Peneliti: KPK Tidak Perlu Gentar Hadapi Dua Pimpinan DPR

Karena itu, Andi Arief meminta KPK berhenti mem-framing dan berbohong dirinya tidak kooperatif. Dia menegaskan akan selalu hadir jika dipanggil oleh penegak hukum.

“Jadi jika saya kemarin dituduh tidak kooperatif, maka saya menganggap itu framing jahat. Perlu diketahui saya selalu datang jika institusi hukum memanggil saya. Kepolisian bisa dicek bagaimana kooperatifnya saya hanya bahkan untuk kasus-kasus kecil. Saya akan hadir jika dipanggil. Namun jubir KPK jangan berbohong dan seolah-olah saya tidak kooperatif,” kata Andi Arief.

“Saya akah hadir jika dapat panggilan dimulai panggilan pertama. Itu penting karena saya sudah berhasil distigma KPK kooperatif. Tuduhan tidak kooperatif mengusik jiwa saya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Andi Arief juga menanggapi pernyataan yang menyebut dirinya sebagai saksi yang penting dalam kasus korupsi Bupati Penajam Paser Utara. Dia meminta agar masalah ini tidak didramatisasi.

“Apalagi dianggap keterangan paling penting. Kasus gratifikasi antara pihak swasta ke Bupati PPU itu tidak akan relevan memanggil saya, itu urusan pengusaha dan pejabat negara. Jadi pentingnya di mana? Saya pengusaha bukan, bupati bukan, pejabat negara bukan. Sebaiknya jangan didramatisir. Kalau ingin meminta keterangan saya untuk membantu mengungkap kasus ini. Itu tugas saya sebagai manusia di mata hukum,” tukasnya.

Baca juga:   Soal Perppu KPK, ICW: Prof Mahfud Tak Boleh Ulangi Kekeliruan Menko Polhukam Sebelumnya

Sebelumnya, Andi Arief tidak memenuhi panggilan penyidik KPK untuk memberikan kesaksian terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud. KPK pun melayangkan panggilan ulang.

“Tentu sebagai bagian dari ketaatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, kami mengingatkan kepada saksi ini untuk kooperatif hadir pada penjadwalan pemanggilan berikutnya. Surat akan dikirim pada alamat yang sama di Cipulir,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada awak media, Selasa, 29 Maret 2022.

Ali Fikri mengatakan keterangan Andi Arief penting dalam perkara ini. Untuk itu, dia meminta Andi Arief hadir dipemanggilan berikutnya yang belum disebutkan tanggal pastinya.

“Karena informasi dari saksi sangat penting bagi tim penyidik untuk mengungkap dugaan perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka AGM (Abdul Gafur Mas’ud) dkk ini menjadi makin terang,” kata Ali Fikri.

“Sikap kooperatif dan dukungan dari pihak-pihak terkait dalam pengungkapan dan penyelesaian perkara dugaan korupsi oleh KPK sangat diperlukan agar proses penegakan hukumnya menjadi lebih efektif dan efisien,” tambahnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar