Kontraktor Ungkap Alasan Gunakan Bambu sebagai Kerangka Sirkuit Formula E

pembangunan-sirkuit-Formula-E
Pembangunan sirkuit Formula E. (foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

harianpijar.com, JAKARTA – Bambu juga turut digunakan dalam pembangunan sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara. Bambu itu dijadikan sebagai kerangka pada sirkuit.

Ari Wibowo, selaku penanggung jawab proyek sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi, mengungkapkan bahwa di zona 5 sirkuit Formula E memerlukan konstruksi yang ringan. Dirinya beralasan tidak menggunakan besi karena mahal dan berat.

“Jadi begini, ini ada banyak hal, selain besi itu mahal, untuk supaya konstruksi ini tidak turun, kita harus memakai konstruksi yang ringan. Kalau besi itu berat, yang ringan itu kita pakai bambu,” ujar Ari Wibowo seperti dilansir dari detik, Sabtu, 26 Februari 2022.

Baca juga:   Tanggapi Gerindra yang Pertanyakan Manfaat Formula E, Begini Kata PKS

Sebagaimana diketahui, saat melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan sirkuit Formula E pada Rabu, 23 Februari 2022, Ari Wibowo mengatakan penggunaan bambu sebagai lapisan sirkuit ini menjadi pilihan alternatif.

Pembangunan sirkuit Formula E memiliki masa pelaksanaan 54 hari, mulai dari 3 Februari sampai 28 Maret 2022. Karena itu, menurut Ari Wibowo, penggunaan bambu dinilai lebih efisien waktu.

Baca juga:   Wagub Riza: Tidak Mungkin Formula E Dilaksanakan di Rawa-Rawa, Ini Bukan Offroad

“Begini, ini kita masalah waktu. Kalau kita membuat yang pabrikan, seperti beton yang panjang, saya tidak berbicara harga, saya berbicara waktu. Waktu pabrikasi saja memerlukan waktu, gitu kira-kira,” ucapnya.

Ari Wibowo mengatakan pihaknya juga menggunakan material lain selain bambu. Namun, tak semua barang bisa didapatkan dalam waktu cepat.

“Selain bambu, kalau di Kalimantan ada, kayu-kayu yang keras terhadap air ada, tapi kan nggak mungkin kita datangkan dengan cepat,” pungkasnya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar