Mahasiswa UMB Buat Program Bantu UMKM Promosi secara Digital

UMB
. (foto: dok. pribadi)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 tanpa disadari telah mengubah perilaku konsumen. Pola konsumsi barang dan jasa dari luring (offline) ke daring (online) kini meningkat, sehingga memaksa pelaku usaha untuk menyesuaikan dengan kondisi dan bertransformasi secara digital.

Dengan adanya pandemi ini UMKM menghadapi sebuah permasalahan besar dan mendorong beberapa sektor UMKM mengubah jenis penjualan secara offline menjadi online supaya dapat tetap bertahan walaupun ditengah pandemi.

Tetapi disamping itu, dalam jangka pendek, perlu adanya pendampingan bagi para pelaku UMKM untuk dapat memanfaatkan media e-commerce (belanja daring) untuk menjual produk-produk mereka. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2018 baru 3,79 juta UMKM (atau sekitar 8 persen) yang memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya. Tentu situasi seperti ini dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk meningkatkan jumlah UMKM yang memanfaatkan platform online tadi.

Menyadari hal tersebut dan sikap kepedulian mahasiswa terhadap perekonomian bangsa. Melalui Tugas Akhir Peduli Negeri (TAPN) sebagai salah satu pilihan Tugas Akhir pada Universitas Mercu Buana. Tiga mahasiswa Digital Communication Universitas Mercu Buana membuat sebuah program untuk membantu mengubah sebuah UMKM melakukan promosi secara digital.

Metode yang diterapkan dalam program ini akan dilakukan dalam kegiatan ini dilakukan dengan 4 (empat) teknik atau tata cara pelaksanaan. Keempat teknik ialah observasi, wawancara, diskusi, dan simulasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Alpukat 3 Nomor 3A Rt/RW 004/002 Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, UMKM Soto Betawi Terasku.

Bagian pertama yakni observasi, UMKM Soto Betawi Terasku merupakan sebuah UMKM yang bergerak dibidang kuliner, dan baru saja berjalan kurang dari 1 tahun dan belum pernah menggunakan media promosi digital sebelumnya. Ditengah pandemi ini, penggunaan media sosial dapat dimaksimalkan sebagai media promosi. Dengan posisi mitra yang strategis didekat beberapa titik keramaian Kota Jakarta Barat.

Baca juga:   UMKM: Hobi yang Justru Bisa Menghasilkan Cuan

Dilanjutkan dengan proses wawancara dengan pemilik yakni Fachran Nadyal Kaffy. Wawancara dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, meminimalisir kontak fisik, dan tidak berkerumun. Hasil wawancara ditemukan beberapa permasalahan seperti belumnya bertransformasi menjadi UMKM yang go-digital.

Setelah proses wawancara, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian materi. Terdapat 3 materi yang diberikan yakni Strategi Promosi Digital yang disampaikan Muhammad Zaidane Firdaus, Teknik Pembuatan Konten yang disampaikan Bagas Putra Sejati, dan Materi Sosial Media Analisis yang disampaikan oleh Johanes Sumargo. Pemberian materi diberikan secara langsung kepada pemilik UMKM.

“Dengan adanya proses promosi digital dapat meningkatkan performa dari UMKM yang ada apalagi ditengah adanya pandemi seperti saat ini, tetapi promosi digital ini jangan sekedar melakukan saja tanpa adanya pendekatan-pendekatan yang sesuai, karena kalau cuma sekedar mengikuti tren, belum tentu hasilnya dapat dirasakan,” kata Muhammad Zaidane Firdaus saat menjelaskan materinya.

Sebuah konten pada bisnis digital sangat dibutuhkan dan dapat dikatakan sebagai senjata pemasaran. Konten pemasaran biasanya dibuat berdasarkan tujuannya, baik dalam bentuk foto maupun video. Pemilihan gambar, warna, hingga suara atau musik pun harus diperhatikan agar konten sesuai dengan tujuannya dan dapat diterima dengan baik oleh audiens.

Baca juga:   UMKM Jadi Sarana Pengembangan Hobi dan Peningkatan Ekonomi Mahasiswa

“Konten di sosial media ini ada banyak jenisnya, tapi tidak selalu sebuah konten ini relevan dengan bisnis yang dijalankan, maka dari itu dengan membuat konten secara baik dan benar, lalu ditambahkan dengan faktor menarik, sebuah konten apalagi promosi dapat berpengaruh banyak pada sebuah akun sosial media,” ujar Bagas Putra Sejati saat memberikan materi tentang pentingnya sebuah konten pada media sosial.

Memiliki bisnis secara digital membuat segala hal menjadi lebih mudah dan cepat untuk diketahui. Salah satu kelebihan menggunakan Instagram adalah adanya fitur Insight yang membantu untuk menganalisa dan menyediakan data tentang demografi dan tindakan pengikut maupun pengguna lainnya kepada konten yang pernah diunggah.

Engagement dari sebuah konten ini salah satu hal yang penting untuk diperhatikan, untuk sebuah UMKM yang baru saja meniti jalan melalui promosi digital misalnya, untuk setiap jenis konten yang diunggah dapat dilihat timbal-balik dari audience, jadi kalau sebuah konten sekiranya kurang diminati, bisa dicoba jenis konten lain,” tutur Johanes Sumargo saat menjelaskan pentingnya membangun brand awareness.

Bagian terakhir yakni simulasi terdiri dari pendampingan hingga pelepasan dilaksanakan mulai bulan Juni 2021 hingga Januari 2022. Pada bagian terakhir ini, pemilik UMKM diajarkan bagaimana cara mengelola akun Instagram-nya, baik itu menganalisa konten yang trending, pembuatan konten, hingga mengevaluasi hasil Engagement berdasarkan Insight dari konten-konten yang telah diunggah sebelumnya.

Muhammad Zaidane Firdaus-Bagas Putra Sejati-Johanes Sumargo
Mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar