Peduli Negeri, Mahasiswa Universitas Mercu Buana Buat Program Dukung UMKM Go Online

UMB-UMKM

JAKARTA – Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada perekonomian di Indonesia. Seperti yang dilaporkan oleh Menteri Keuangan bahwa pada kuartal II-2020 saja berkontraksi ekonomi di Indonesia mencapai 5,3% dan aspek yang paling terkena dampaknya adalah sektor konsumsi yakni minus 5,6%.

Melihat ini pemerintah mulai membuat strategi untuk memulihkan ekonomi nasional dan berbenah diri dengan mengoptimalisasi kegiatan konsumsi di masyarakat. Melalui situs resminya, Badan Koordinasi Penanaman Modal mengatakan bahwa pemerintah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional.

Pertumbuhan UMKM di Indonesia yang sangat pesat menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memberdayakan seluruh pelaku usaha untuk bersaing di pasar domestik dan pasar global di masa pandemi saat ini. Salah satu program yang dilakukan untuk mengembangkan UMKM yaitu memperluas usaha dengan mengadopsi teknologi digital. Program ini sudah dirancang sejak 2017, yakni gerakan 100.000 UMKM Go Online. Gerakan UMKM Go Online membuat UMKM paling tidak harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk melakukan usaha dengan basis teknologi.

Menyadari hal tersebut dan sikap kepedulian mahasiswa terhadap perekonomian bangsa. Melalui Tugas Akhir Peduli Negeri (TAPN) sebagai salah satu pilihan Tugas Akhir pada Universitas Mercu Buana. Tiga mahasiswa Digital Communication Universitas Mercu Buana membuat sebuah program untuk membantu mengubah sebuah UMKM konvensional menjadi UMKM Go Online.

Program ini dibagi menajadi 3 bagian yakni, pelatihan dasar dengan menyelenggarakan mini workshop, masa pendampingan dan masa lepas pendampingan kepada salah satu UMKM di daerah Kabupaten Tangerang bernama Asinan Buah Sourking.id ala Ibu Nur.

UMB-UMKM

Bagian pertama, mini workshop pelatihan dilakukan pada tanggal 10 Juli 2021 secara daring melalui virtual meeting Google Meet dikarenakan adanya PPKM level 4 saat itu. Bertemakan bisnis digital dan diisi dengan materi seputar “Pemasaran, Konten dan Analisis Digital” yang difokuskan pada aplikasi Instagram.

Baca juga:   Bantu UMKM, Mahasiswa UMB Beri Pendampingan Kegiatan Branding di Medsos

Materi yang disampaikan pada mini workshop dibagi menjadi beberapa bagian yakni Pemasaran Digital disampaikan oleh Lulu Hidayati, materi Konten Digital oleh Amalia Andini dan materi terkait Analisis Digital oleh Wulan Puji Astutik. Dihadiri oleh 3 mahasiswi yang juga berperan sebagai narasumber dan 5 orang audiens dari UMKM dan perwakilan pemuda daerah setempat.

Dalam bisnis digital tentunya memiliki strategi pemasaran yang berbeda dari pemasaran konvensional. Dibutuhkan sebuah pemasaran digital dan pertimbangan lainnya sebelum memulai, salah satunya media yang akan digunakan. Memilih Instagram sebagai media pemasaran bukan hanya tentang mengunggah foto dan video tetapi juga dibutuhkan pengetahuan tentang aplikasi agar dapat memaksimalkan kelebihan dari aplikasi tersebut.

“Aplikasi Instagram memiliki banyak kelebihan yang dapat digunakan, tapi ga sedikit kelebihan itu bisa jadi kelemahan bagi penggunanya. Salah satu contohnya, Instagram sebagai media promosi sangat mudah digunakan dan biayanya murah. Saking mudahnya banyak orang sudah lebih dulu berjualan di Instagram. Oleh karena itu, jual barang atau jasa tidak hanya bagikan foto dan video sudah terlalu biasa, kita harus strategi di dalamnya,” kata Lulu Hidayati saat menjelaskan aplikasi Instagram pada mini workshop tersebut.

Sebuah konten pada bisnis digital sangat dibutuhkan dan dapat dikatakan sebagai senjata pemasaran. Konten pemasaran biasanya dibuat berdasarkan tujuannya baik dalam bentuk foto maupun video. Pemilihan gambar, warna, hingga suara atau musik pun harus diperhatikan agar konten sesuai dengan tujuannya dan dapat diterima dengan baik oleh audiens.

Baca juga:   Gara-Gara Unggah Foto Ini, Goo Hara Dapat Banyak Pertanyaan dari Netizen

“Berbisnis tidak bisa dengan teknik hard selling secara terus menerus. Perlu ada kombinasi dengan teknik soft selling, karena pemasaran soft selling pelanggan tidak merasa dipaksa atau terganggu. Salah satu bentuk dari pemasaran soft selling yaitu menggunakan konten media sosial. Kontennya dibuat dengan semenarik mungkin, dapat berbentuk foto atau video dan tidak terlalu menonjolkan promosi, sehingga audiens tidak merasa dipaksa untuk membeli,” ujar Amalia Andini saat memberikan materi tentang pentingnya sebuah konten pada bisnis digital.

Memiliki bisnis digital membuat segala hal menjadi lebih mudah dan cepat untuk diketahui. Salah satu kelebihan Instagram Bisnis adalah adanya fitur Instagram Insight yang membantu pemilik usaha untuk menganalisis dan menyediakan data tentang demografi dan tindakan pengikut maupun pengguna lainnya kepada konten yang pernah diunggah.

Engagement menjadi salah satu hal penting dalam membangun brand awareness. Sebisa mungkin untuk melakukan interaksi dengan audiens atau followers, seperti membalas komentar, membalas DM yang masuk dan sebagainya,” tutur Wulan Puji Astutik saat menjelaskan pentingnya membangun brand awareness.

Bagian kedua, dilakukan pendampingan secara langsung pada bulan Agustus oleh Tim TAPN untuk mengelola Instagram Bisnis Asinan Buah Sourking.id ala Ibu Nur pada akun @sourking.id. Pendampingan ini juga sekaligus melatih SDM secara langsung sehingga bisa membuat strategi pemasarannya sendiri.

Bagian ketiga, masa lepas pendampingan yang dilakukan selama bulan September. Pada masa ini, UMKM mulai mengelola akun Instagram Bisnis-nya sendiri seperti membuat konten dan mengunggahnya.

Lulu Hidayati
Mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar