Demokrat Laporkan Soal Atribut Dibakar Massa di NTT ke Polisi

AHY-Ardy-Mbalembout
Ketum Partai Demokrat AHY dan Ketua Badan Hukum Partai Demokrat Ardy Mbalembout. (foto: instagram/ardy_mbalembout_law)

harianpijar.com, JAKARTA – Atribut Partai Demokrat dibakar massa yang memprotes hasil Musda DPD Partai Demokrat NTT. Partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Sudah dibuat LP (laporan) di Polres Kota Kupang,” ujar Ketua Badan Hukum dan Pengamanan DPP Partai Demokrat Ardy Mbalembout kepada awak media, Selasa, 4 Januari 2022.

Ardy Mbalembout mengatakan polisi sudah menerima laporan dari partainya. Dia juga mengungkapkan nomor laporan polisi perihal pembakaran atribut. Dugaan tindak pidana yang dilaporkan yaitu perusakan barang milik orang lain.

Baca juga:   Ingatkan Sri Mulyani Soal Utang, Ibas: Jangan Sampai Ada Istilah 'Besar Pasak daripada Tiang'

“Nomor LP: 012/I/2021/SpKT. Diduga melanggar Pasal 406 KUHP,” kata Ardy Mbalembout.

Adapun bunyi Pasal 406 KUHP adalah sebagai berikut:

1. Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau, sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

2. Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang dengan sengaja dengan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

Sebelumnya, DPD Partai Demokrat NTT ricuh usai sejumlah massa membakar atribut partai. Mereka memprotes hasil Musda Partai Demokrat NTT yang menetapkan Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT terpilih.

Baca juga:   Enggan Komentar Banyak Soal Kabinet Jokowi, Demokrat: Kami Hanya Menonton dan Melihat

Saat dihubungi, Leonardus Lelo mengatakan bahwa massa yang ricuh mengatasnamakan simpatisan Jefri Riwu Kore. Aksi bakar-bakar atribut itu berlangsung pada pukul 12.00 WIT.

“Yang bakar-bakar itu dia berkisar mungkin jam 11 atau setengah 12 gitu, jam 12-lah (waktu NTT),” ujar Leonardus Lelo, Selasa, 4 Januari 2022. (ilfan/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar