Begini Kata Sandiaga Uno Soal Tudingan Pencitraan Saat Datangi Prabowo dengan Jalan Kaki

Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: instagram/sandiuno)

harianpijar.com, JAKARTA – Menparekraf Sandiaga Uno menanggapi tudingan rekannya di Partai Gerindra, Kamrussamad, yang menyebut dirinya pencitraan saat menyambangi rumah Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan jalan kaki.

“Tentunya fokus saya adalah kebangkitan pulihnya ekonomi kreatif,” kata Sandiaga Uno saat ditanyai tanggapannya atas tudingan Kamrussamad, di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Sabtu, 1 Januari 2022.

Sandiaga Uno kemudian mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi pendapat pengamat. Dia pun mengajak semua pihak untuk bekerja sama.

“Tentunya pendapat dari pengamat dan masyarakat kita hargai, kita apresiasi. Mari kita sama-sama bergandengan tangan. Karena 2022 kita harus gercep (gerak cepat) hadir di tengah-tengah masyarakat dengan solusi. Bukan hadir dengan memicu perpecahan,” ujar Sandiaga Uno.

Baca juga:   Nilai Pertemuan Amien Rais Cs dan Jokowi Positif, Begini Kata Gerindra

Sebelumnya, politikus Partai Gerindra, Kamrussamad, menilai aksi jalan kaki Sandiaga Uno saat untuk bertemu Prabowo Subianto di kantor Kemhan sebagai pencitraan. Dia berkelakar, dalam pertemuan tersebut, Sandiaga Uno meminta petunjuk Prabowo Subianto karena elektabilitasnya tidak kunjung naik meski sudah berkeliling Nusantara mengatasnamakan kebangkitan desa wisata.

“Respons terhadap pencitraan ‘jalan kaki’ Mas Sandiaga. Menyambut positif langkah Mas Sandiaga menemui Pak Prabowo Subianto. Semoga Mas Sandi melaporkan bahwa sudah keliling seluruh pelosok Nusantara selama 1 tahun atas nama kebangkitan desa wisata dengan memakai fasilitas negara, tapi elektabilitas tidak naik-naik. ‘Mohon petunjuk bapak…’ Kira-kira begitu dialog imajinernya,” ujar Kamrussamad melalui keterangan tertulis, Sabtu, 25 Desember 2021.

Baca juga:   Partai Gerindra: Dipastikan Fadli Zon Tidak Menjabat Wakil Ketua DPR 2019-2024

Kamrussamad berpesan agar Sandiaga Uno tak menjadikan jalan kaki sebagai tindakan untuk mencari simpati, melainkan sebagai empati. Sebab, kata dia, masih banyak masyarakat yang berjalan kaki menuju tempat kerja karena keterbatasan transportasi.

“Sarankan agar ‘jalan kaki’ jangan dijadikan tema pencitraan untuk meraih simpati. Tapi jadikanlah empati terhadap rakyat kita yang hidupnya berjalan kaki setiap hari,” kata Kamrussamad.

“Bahkan ribuan rakyat kita setiap hari berjalan kaki berkilo-kilometer pergi mencari nafkah tempat kerja untuk menghidupi keluarganya akibat keterbatasan sarana transportasi yang dimilikinya,” imbuhnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar