PTM Sudah Dijalankan, Menjadi Tantangan Mengajar Baru bagi Guru

Oleh Amanda Sofi Cahyadewi *)

Pendidikan
Ilustrasi pendidikan. (foto: pexels/panditwiguna)

SEMARANG – Pada beberapa daerah di Indonesia, sebagian besar telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dengan syarat daerah tersebut berstatus PPKM level 1-3. Menurut laman Kemdikbud, pelaksanaan PTM terbatas semakin meningkat, sebanyak 27,17% dari 435.650 sekolah SD-SMA sudah menggelar PTM terbatas.

Dilansir dari Antaranews, PTM Terbatas merupakan salah satu solusi bagi siswa sekolah dari dampak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara berkepanjangan. Sejalan dengan hal itu, hasil riset oleh laman Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak) Kemendikbudristek mengenai dampak dari pandemi Covid-19 membuat para siswa merasakan learning loss yang signifikan, sudah kehilangan 5-6 bulan pembelajaran per tahun.

Menurut The Glossary of Education Reform, learning loss membuat kesenjangan pendidikan karena keterbatasan pengetahuan pada bidang akademis. Sedangkan Hamid (22/09/2021) menyatakan bahwa learning loss merupakan bentuk kemampuan pengetahuan dan keterampilan akademik yang dimiliki peserta didik menghilang. Hal tersebut akan berdampak terhadap hasil pengetahuan serta hasil belajar siswa tidak maksimal.

Baca juga:   Anies Baswedan: Selama Bertahun-tahun Akses Pendidikan di Jakarta Tidak Merata

Tantangan baru bagi guru dalam mengajar

Guru memiliki peran penting di dalam proses pembelajaran, salah satu yang berkenaan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas selama 4 jam yakni guru sebagai tenaga pengajar yang melakukan proses pembelajaran di kelas sekaligus daring.

Peran ganda inilah yang menjadi tantangan bagi guru untuk mengatur strategi pembelajar supaya guru dapat membagi waktu dengan baik serta proses pembelajaran dapat berjalan seimbang dan juga efektif. Dengan hal ini membuat guru dituntut untuk menjadi kreatif dan inovatif dalam menyiapkan proses pembelajaran.

Terdapat beberapa metode pembelajaran serta strategi dalam mengajar bagi guru dapat menerapkan saat situasi PTM. Metode pembelajaran seperti Blended Learning, Project Base Learning dengan memberikan penugasan sebelum dibahas di dalam kelas tatap muka terbatas. Hal ini untuk mengurangi kelimpungan dalam guru mengajar.

Baca juga:   Mengejar Kualitas Pendidikan dengan Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berkenaan dengan teknologi pembelajaran dan juga teknologi interaktif sehingga diharapkan guru telah terbiasa dengan menggunakan perangkat komputer, ponsel, dan sebagainya guna mempermudah kinerja guru serta meningkatkan kompetensi digital guru.

Dilansir dari Pusdatin Kemendikbud, salah satu upaya dalam menghadapi tantangan untuk meningkatkan kompetensi digital dalam mengimplementasikan ke dalam teknologi pembelajaran diadakannya Pembelajaran TIK (PembaTIK).

Adapun lembaga-lembaga baik pemerintah atau non pemerintah diharapkan dapat berkontribusi dengan cara memperbanyak pelatihan digital, In House Training (IHT), atau sejenis yang berkaitan dengan proses pembelajaran agar guru dapat meningkatkan skil dalam mengajar.

*) Amanda Sofi Cahyadewi, Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini