Totok Sugiyanto Kembangkan Budidaya Lebah Klanceng Skala Rumahan

Totok-Klanceng
. (foto: instagram/totokklanceng)

YOGYAKARTA – Pada 2017 lalu, Totok Sugiyanto yang menderita asam lambung selama bertahun-tahun berkeinginan untuk sembuh. Dia pun disarankan oleh temannya yang merupakan pembudidaya lebah klanceng, untuk mengonsumsi madu klanceng.

Setelah mencoba mengonsumsi madu klanceng, Totok Sugiyanto tidak pernah merasakan sakit asam lambung lagi.

Atas dasar pengalamannya itu, di akhir tahun 2017 Totok Sugiyanto berinisiatif untuk membudidayakan lebah klanceng skala rumahan yang beralamat di Samiran RT 3, Parangtritis, Kretek, Bantul. Berawal dari modal Rp200 ribu dia membeli 1 koloni dan sekarang sudah memiliki sekitar 30-an lebih koloni.

Lebah trigona atau klanceng ini berwarna hitam kecoklatan dengan ukuran yang sangat mungil dibandingkan dengan lebah yang lainnya.

Lebah ini memiliki ukuran sekitar 3-4mm dengan ukuran sayapnya 8mm. Sedangkan untuk ratunya sendiri memiliki ukuran 3 kali lebih besar dari ukuran lebah trigona yang lainnya.

Lebah klanceng akan mencari nektar-nektar bunga yang memiliki heterogen yang banyak. Totok Sugiyanto sendiri memasarkan madu klanceng melalui media sosial dan offline. Untuk peminatnya, tidak hanya dari Kota Yogyakarta, melainkan berdatangan dari berbagai kota sampai luar Pulau Jawa.

Selain itu, harga madu klanceng juga tidak terlalu mahal. 1 botol ukuran 250ml dibandrol dengan harga Rp130 ribu, selama musim pandemi Totok Sugiyanto bisa menjual lebih dari 60 botol perbulannya.

Ernawati Setyaningsih
Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar