Pandemi Tak Kunjung Usai, Bisnis Kos-kosan Sepi Ditinggal Penghuninya

Kosan-Sepi
Situasi kos-kosan yang sepi. (foto: dok. pribadi)

SEMARANG – Dampak akan pandemi virus Covid-19 yang tak kunjung mereda sangat terasa bagi para pengusaha bisnis kos-kosan, terutama kos-kosan yang berada di area Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kebijakan pemerintah yang kurang tegas dan masih terkesan abu-abu akan kegiatan belajar-mengajar di kampus menyebabkan sebagian penghuni kos yang tinggal satu persatu mulai memilih untuk pulang ke rumah masing-masing dibanding tetap bertahan di tempat kos.

Kos-kosan yang mayoritas berisi anak kuliahan atau mahasiswa kondisinya banyak yang kosong, dan entah kapan akan terisi penuh kembali. Padahal, sebelum pandemi kos-kosan di sekitar kampus sangatlah ramai sekarang sangatlah sepi.

Beberapa kos pun sudah berusaha untuk mengiklankan kosnya agar ramai kembali, melalui berbagai cara seperti memasang spanduk dan iklan di platfrom media sosial seperti Instagram.

Dampaknya pun dirasakan juga oleh Sudiyono, selaku pemilik kos di area yang sangat dekat dengan kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES). Dia memiliki sebuah kos-kosan dengan 20 kamar dan jika tidak ada pandemi seperti sekarang kamar akan penuh terisi, kini hanya terisi 2 kamar saja sedangkan 18 kamar lainnya masih kosong.

Baca juga:   Surutnya Orderan Ukiran Jepara Selama Pandemi

“Dikos-kosan saya, jika normal tidak pandemi seperti ini selalu penuh tidak pernah kosong. Bahkan banyak yang mengantri ataupun menunggu kamar kos yang kosong untuk dapat ditempati mahasiswa lain. Saat ini bisa sangat sepi,” kata Sudiyono, Kamis, 9 Desember 2021.

Sudiyono mengatakan posisi kos-kosannya ini berada sangat dekat dengan kampus. Oleh sebab itu, sangat jarang jika kos-kosannya kosong seperti ini. Banyak para mahasiswa tidak melanjutkan kos atau memilih untuk Kembali pulang ke rumahnya karena kebijakan kuliah melalui sistem daring.

“Karena kebijakan kuliah daring, banyak penghuni kos yang memilih untuk belajar dari rumah dibanding di kos-kosan karena mungkin sepi dan teman-temannya pun juga pada pulang ke rumah masing-masing. Dan dari pihak kampus pun juga belum ada kejelasan kapan bisa kuliah seacara tatap muka kembali,” ujarnya.

Senada dengan Sudiyono, Udin selaku pengelola kos-kosan lain di daerah tersebut juga turut merasakan dampaknya. Dia mengaku, dari total 30 kamar, kini hanya 5 kamar yang terisi.

Baca juga:   Bisnis Ikan Cupang di Tengah Pandemi Hasilkan Keuntungan Fantastis

“Di saat situai normal tidak pandemi biasanya kos-kosan hanya kosong sekitar 2-5 kamar saja itu pun kosong juga paling hanya 3-5 bulan saja. Kalau sekarang sangat parah, bahkan untuk menanyakan tentang kos-kosan saja sekarang sudah sangat sepi dan tidak ada kepastian,” tuturnya.

Udin mengatakan sebagian besar penghuni kos adalah mahasiswa dari UNNES dan banyak yang tidak melanjutkan kos-kosan atau lebih memilih pulang ke rumah masing-masing karena belum ada kejelasan untuk kuliah tatap muka.

“Kalau normal ya di sini banyak mahasiswa UNNES yang menetap. Karena pandemi ini kuliahnya online, jadi mereka lebih memilih keluar daripada melanjutkan kos. Saat ini ya yang mengisi kos hanya beberapa orang saja tidak penuh,” pungkas Udin.

Rizq Ramadhan Adi N
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang (UNNES)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar