Mengejar Kualitas Pendidikan dengan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh Dias Nugroho *)

Belajar-Tatap-Muka
Ilustrasi belajar tatap muka. (foto: Merdeka/M Luthfi Rahman)

SEMARANG – Pembelajaran jarak jauh dianggap beberapa pihak tidak efektif diterapkan dalam kegiatan pembelajaran saat ini. Hal ini pun disetujui oleh Pakar Pendidikan Isa Anshori, dikutip dari detik, Jumat (17/7/2020).

Isa Anshori menilai sistem belajar daring atau online yang diterapkan sekolah saat ini tidak efektif. Sebab, metode daring belum disiapkan sepenuhnya. Sehingga, saat ini banyak ditemukan keluhan dan masalah baik dari siswa maupun orang tua.

Sedangkan menurut Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UHAMKA Abdul Latif, yang dimuat di laman Kompas (21/10/2021), pembelajaran jarak jauh atau daring yang berkepanjangan mempengaruhi dampak sosial, perkembangan, serta kualitas pendidikan. Selain itu, pelaksanaan pendidikan tatap muka juga berguna untuk meminimalisir merosotnya kualitas pendidikan yang ada saat ini.

Kualitas menurunnya pendidikan tidak hanya terjadi di Indonesia. Setidaknya terdapat 70 negara yang kualitas pendidikannya menurun selama pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19, pendapat ini diambil dari Studi Bank Negara.

Baca juga:   Bupati Simalungun Wujudkan Sekolah Ramah dan Peduli Anak

Namun, pendidikan Indonesia memang lebih terdampak, sebab sebelum adanya pandemi ini, kualitas pendidikan di Indonesia memang cukup rendah. Hal ini juga disetujui oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim saat Rapat Kerja dengan Komisi Pendidikan atau Komisi X DPR yang dimuat oleh laman Tempo (29/11/2021).

Nadiem Makarim mengatakan sistem pendidikan Indonesia telah tertinggal dari negara lain sebelum pandemi Covid-19 melanda. Hal ini, menurutnya, terlihat dari peringkat Indonesia yang rendah pada Programme for International Student Assessment (PISA).

Sebelum pandemi, angka PISA pendidikan di Indonesia sudah tertinggal, salah satunya di dalam bidang numerik, literasi, dan sains. Jika dipandingkan dengan negara tetangga maka pendidikan di Indonesia tertinggal jauh ditambah dengan kondisi saat ini maka ketertinggalan Indonesia sangat lah nyata.

Karena itu, perlu sekali kegiatan pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan, hal ini tentunya guna menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan efisien. Namun, mengingat situasi yang belum stabil saat ini, pembelajaran tatap muka dapat dijalankan dengan beberap opsi, seperti jumlah siswa yang dibatasi sebanyak 50% hingga penerapan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Baca juga:   SMAN 11 Bulukumba Mulai Adakan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Pembelajaran online yang dinilai tidak efektif justru membuat siswa susah memahami dan mengikuti kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya, pembelajaran tatap muka juga menjadi tempat yang baik untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, kekurangan akses guru dalam memberi arahan dan bimbingan selama pembelajaran disinyalir menjadi faktor kuat pembelajaran online berjalan tidak efektif.

Meski begitu, hal ini tentu saja dapat diminimalisir selama kegiatan tatap muka, mengingat banyaknya manfaat diadakannya pembelajaran tatap muka. Maka, memang sudah saatnya pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan guna mengejar ketertinggalan pembelajaran selama proses pembelajaran online.

*) Dias Nugroho, Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar