Digitalisasi Sekolah Permudah Akses Pendidikan di Masa Pandemi

Oleh Aditya Rahma Putra *)

Pembelajaran-Jarak-Jauh
. (foto: SHUTTERSTOCK/Travelpixs)

SEMARANG – Pada kondisi sekarang dunia pendidikan dihadapkan situasi tidak baik lantaran disebabkan masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

Mau tidak mau pendidikan harus tetap berjalan dengan metode pembelajaran jarak jauh sesuai kebijakan pemerintah.

Akan tetapi, pembelajaran jarak jauh atau daring ini memiliki banyak kendala dalam mengakses pembelajaran. Terutama di daerah pedesaan karena fasilitas yang kurang memadai dan konektivitas yang sangat terbatas.

Kesenjangan terlihat jelas ketika metode pembelajaran berubah ke pembelajaran daring. Banyak siswa yang mengeluh karena tidak memiliki smartphone atau laptop yang mumpuni.

Sehingga tidak sedikit siswa yang bekerja untuk membiayai pendidikan sekolahnya sendiri, karena beberapa faktor yang mungkin orangtuanya kurang mampu dalam hal ekonomi.

Baca juga:   Presiden Jokowi: Kita Harus Hidup Berdamai dengan COVID-19

Dilansir dari laman katadata (17/09/21), sebanyak 12,5 ribu desa yang belum terjangkau internet, sedangkan siswa yang memiliki akses internet sebanyak 53,06%, dan siswa yang berada di desa yang memiliki komputer penunjang pembelajaran hanya menyentuh angka 15,4%.

Dari data tersebut masih sangat banyak desa yang tidak diuntungkan karena perubahan metode pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran daring.

Untuk meringankan hal tersebut Kementrian Pendidikan sudah menerapkan digitalisasi sekolah untuk memperluas akses pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), dilansir dari laman Kominfo (17/10/19).

Baca juga:   Siapkan Langkah Tangani COVID, Luhut: Jangan Terlalu Nyinyir Kalau Tak Mengerti Masalah

Program itu dapat mengatasi kesenjangan tersebut. Mulai dari mempercepat pemberian sarana belajar seperti pc, laptop, dan tablet untuk siswa.

Pemerintah juga bekerjasama dengan berbagai mitra untuk memberikan sejumlah kuota kepada siswa. Tidak hanya itu, penguatan konektivitas internet juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan.

Walaupun dalam jangka waktu yang cukup lama, setidaknya pemerintah dapat mempercepat pemberian sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pelosok negeri dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

*) Aditya Rahma Putra, Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar