Ancaman Lost Generation, Inovasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Solusinya

Oleh Eldiana *)

Belajar-Tatap-Muka
Ilustrasi belajar tatap muka. (foto: Merdeka/M Luthfi Rahman)

SEMARANG – Pandemi Covid-19 telah berlangsung kini hampir dua tahun dan sudah menyebabkan banyak korban, baik itu berupa material juga berupa immaterial. Tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi pula ekonomi, sosial, budaya, juga pendidikan.

Apalagi pada bidang Pendidikan, dampaknya sangat terasa dahsyat. Pertanyaannya adalah sampai kapan kita harus menunggu berhentinya pandemi ini? Seperti yang diketahui, pembelajaran online sekarang telah banyak membuat anak putus sekolah.

Saat ini pandemi Covid-19 telah menunjukkan tren positif membaik. Dengan bukti angka kasus positif semakin menurun. Meski demikian, kita tidak boleh lengah. Tetap jaga protokol kesehatan, karena pandemi belum usai.

Supaya tidak mengalami lost generation, pendidikan harus tetap berjalan. Pemerintah sudah mengizinkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) guna untuk menurunkan angka putus sekolah selama masa pandemi ini.

Ancaman lost generation

Ancaman lost generation ini berakibat pada terjadinya fenomena lost generation selama masa pandemi. Padahal, evaluasi pendidikan di masa pandemi ini sangat penting untuk mengukur efektivitas pembelajaran di tengah keterbatasan.

Dilansir dari banpaudpnf.kemdikbud.go.id (06/10/21) fenomena lost generation adalah dampak dari hilangnya kesempatan peserta didik memperoleh pembelajaran yang maksimal (lost learning). Seperti dikemukakan oleh beberapa lembaga survei dalam dan luar negeri, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan selama pandemi ini dianggap tidak efektif.

Baca juga:   Anwar Abbas Sebut Mudik dari Daerah Pandemi Wabah ke Daerah Lain Hukumnya Haram

Dalam situasi yang tidak menentu ini, itulah seluruh elemen bangsa tidak boleh berpangku tangan, sembari bersikap fatalistik terhadap dampak pandemi covid-19. Bila anak-anak yang sedang tumbuh kembang tidak terfasilitasi pendidikannya dengan baik, fenomena lost generation benar-benar akan menjadi kenyataan. Seakan ingin menjawab tantangan ini, pemerintah menerbitkan pedoman perihal PTM.

Inovasi pembelajaran tatap muka terbatas

Dilansir dari laman klikaktual (15/07/21) pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) merupakan cara untuk mencegah lahirnya generasi yang hilang (lost generation). Sebab kewajiban PTMT bagi sekolah pada tahun ajaran dan akademik 2021/2022 adalah upaya pemerintah dan DPR dalam melaksanakan tujuan bernegara.

Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengatakan, “kita tidak mau karena pandemi ini ada ‘lost generation’ (generasi yang hilang) dari bangsa kita. Baik hilang karena terinfeksi Covid-19, ataupun hilang karena belajarnya terhenti karena pandemi.”

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim berpendapat kesenjangan kualitas antara yang punya akses teknologi serta yang tidak akan makin besar. Pengaruh daripada pembelajaran jarak jauh jangka panjang bisa sangat negatif dan permanen. Salah satunya adalah ancaman putus sekolah.

Secara eksplisit, keputusan bersama tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa dasar dimulainya PTM ialah adanya kendala yang dihadapi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi.

Baca juga:   28 Peserta Aksi 1812 Reaktif COVID-19, Begini Kata Wagub Riza

Seiring berjalannya waktu, ternyata PJJ juga menghadirkan kebosanan bagi peserta didik selama belajar dirumah serta berbagai kendala terutama yang berhubungan dengan koneksi internet.

Dari beberapa permasalahan yang terjadi tersebut, pemerintah pun memberikan kebijakan baru untuk mengatasi kebosanan peserta didik dan kendala yang dialami selama PJJ, yaitu dengan mengeluarkan kebijakan PTMT yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya lost learning dan lost generation. Dengan begitu, kualitas generasi bangsa tidak akan terus menurun.

Sementara itu, beberapa upaya harus dilaksanakan secara serentak oleh seluruh lapisan masyarakat dengan membantu keberlangsungan pendidikan serta pengasuhan anak-anak melalui penguatan keluarga. Harus diingat bahwa keluarga merupakan tempat yang primer untuk menciptakan inovasi dan motivasi diri dari si anak.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebijakan PTMT merupakan solusi untuk meningkatkan keselamatan/kesehatan pelaku pendidikan melalui upaya-upaya cerdas serta potensi baru yang mampu untuk terus dikembangkan guna meminimalisir terjadinya lost generation sepanjang era pandemi. Sebab, berkualitasnya generasi bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan itu sendiri.

*) Eldiana, Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar