Sebagai Bentuk Transparansi, KPK Sarankan Jokowi Lapor Soal Kiriman 1 Truk Jeruk

Jokowi-saat-terima-1-truk-jeruk
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima 1 truk jeruk dari warga Karo. (foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden).

harianpijar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kiriman satu truk jeruk dari warga Karo, Sumatera Utara. Jokowi disarankan melapor ke KPK sebagai bentuk transparansi untuk menolak gratifikasi dalam bentuk apapun.

“Sebagai bentuk transparansi, laporan penolakan atau penyaluran bantuan sosial kemudian dapat disampaikan kepada KPK,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding kepada awak media, Rabu, 8 Desember 2021.

Ipi Maryati Kuding mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan gratifikasi kepada pejabat negara. Sebab, kata dia, sudah menjadi tanggung jawab pejabat negara dalam melayani masyarakat.

“Pertama, sebagai dukungan dalam upaya pemberantasan korupsi, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun kepada pegawai negeri/penyelenggara negara untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah,” kata Ipi Maryati Kuding.

Baca juga:   ICW: KPK Harus Tuntaskan dan Ungkap Keterlibatan Seluruh Nama Dalam Kasus Korupsi E-KTP

“Karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pegawai negeri/penyelenggara negara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Ipi Maryati Kuding mengatakan gratifikasi berupa makanan atau minuman dapat disalurkan menjadi bantuan sosial, selain dapat ditolak.

“Kedua, kami sampaikan juga bahwa berdasarkan Peraturan KPK Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi, dalam hal objek gratifikasi berupa makanan dan/atau minuman yang mudah rusak, maka objek gratifikasi tersebut dapat ditolak untuk dikembalikan kepada pemberi atau jika tidak dapat ditolak maka dapat disalurkan sebagai bantuan sosial,” jelas Ipi Maryati Kuding.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mendapat satu truk jeruk dari warga Karo. Jokowi sendiri memang kerap melaporkan barang-barang yang diterimanya ke KPK, termasuk gitar dari band legendaris Metallica.

Baca juga:   Pidato Kontemplasi, SBY Titip Sejumlah Harapan ke Presiden Jokowi

Hal itu dikarenakan penyelenggara negara tidak boleh menerima gratifikasi. Terkait jeruk yang diterima Jokowi, Staf Khusus Mensesneg, Faldo Maldini, mengatakan bahwa Jokowi sudah mengganti pemberian tersebut dengan sebuah goodie bag.

“Di dalam video, Presiden menyerahkan sendiri pembayaran jeruk tersebut di dalam goodie bag. Beliau bilang ‘gantinya’. Dapat dilihat sendiri, silakan dicek di videonya,” ujar Faldo Maldini saat dihubungi, Rabu, 8 Desember 2021.

Faldo Maldini menegaskan Jokowi secara konsisten selalu memberi teladan soal barang-barang yang diterimanya, termasuk soal jeruk. Menurutnya, bukan tanpa alasan Jokowi memutuskan membayar jeruk tersebut. (ilfan/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar