Ahok Soroti Rencana IBC yang Ingin Beli Perusahaan Mobil Listrik Jerman

Ahok
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. (foto: Instagram/basukibtp)

harianpijar.com, JAKARTA – Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyoroti rencana Indonesia Battery Corporation (IBC) yang akan membeli perusahaan mobil listrik Jerman.

IBC merupakan perusahaan yang dibentuk oleh sejumlah BUMN. Di mana, Pertamina menjadi salah satu pemegang sahamnya.

Ahok mengatakan dewan komisaris Pertamina telah menerima paparan mengenai rencana pembelian tersebut. Dari paparan itu dijelaskan bahwa tujuan pembelian perusahaan Jerman ini untuk masuk pasar AS dan China.

Ahok pun memberi peringatan. Dirinya mempertanyakan dasar dari pembelian perusahaan tersebut.

“Saya denger ini PT IBC ini mau beli pabrik mobil Jerman ini. Itu PPI pernah paparan kepada kami dekom, kami bilang narasinya apa mesti beli mobil listrik Jerman. ‘Supaya kita bisa masuk pasar Amerika, masuk pasar China’. Itu yang saya bilang hati-hati, Anda tidak boleh pengin boleh sesuatu, Anda mengarang atau memberikan future valuasinya ke depan, dasarnya apa, valuasi future, ini barang baru,” ujar Ahok di YouTube Panggil Saya BTP, Kamis, 25 November 2021, seperti dilansir dari detik.

Apalagi, lanjut Ahok, Indonesia punya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang mengembangkan mobil listrik. Jika itu kurang, bisa bekerja sama dengan perusahaan lain.

Baca juga:   Bachtiar Nasir: GNPF Tidak Akan Melaporkan Ahok Soal KH Ma'ruf Amin

“Lu udah tahu kok pakai perasaan kamu deh, Anda mau bikin mobil listrik, udah punya aki kita, lebih baik ngembangin anak-anak ITS. Kalau Anda masih kurang ngerti kenapa nggak ngajak Wuling atau yang perusahaan China gue mau bikinin mobil pakai merek gue, boleh nggak? Boleh to. Masih inget nggak Hyundai jadi Bimantara, KIA jadi Timor. It’s OK, kenapa nggak lakuin seperti itu supaya Anda bisa berkembang,” jelasnya.

Ahok mengaku dirinya tak punya pengetahuan yang banyak. Namun, jika ada keterangan yang tidak beres, dia dengan cepat bisa menangkap hal tersebut.

“Makanya saya bilang, saya bukannya punya pengetahuan yang banyak. Tapi ketika Anda bicara depan saya, saya kejar ngomong-ngomong Anda mulai ngaco, saya sudah bisa dengan cepat nangkap Anda mens rea-nya nggak beres,” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakan Ahok, pasar AS sendiri sudah ada Tesla yang punya posisi kuat. Demikian juga di China.

“Bos di Amerika ada Tesla bos, di China aduh, Wuling cuma Rp 50 juta mobil listrik,” imbuhnya.

Rencana pembelian perusahaan mobil listrik itu pun menimbulkan berbagai pertanyaan bagi Ahok. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah kenapa tidak mengajak Wuling atau Hyundai yang memiliki pabrik di dalam negeri.

Baca juga:   Jadi Bos Pertamina, Ahok Sosok yang Tepat Berantas Mafia Migas

“Kalau bagi saya, Anda kalau beli mobil di luar negeri, mobil listrik, saya tanya, kenapa nggak ajak Wuling kerja sama yang ada di Karawang, ajak Hyundai kerja sama,” tuturnya.

Menurut Ahok, jika produksi dilakukan di dalam negeri bisa memakai besi pelat dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Krakatau Steel, kata dia, bisa memproduksi besi pelat dengan kualitas baik.

Selain itu, Ahok juga mengatakan bahwa Indonesia punya pasar yang besar sebagai modal untuk melakukan kerja sama. “Kita bisa ngomong yuk kerja sama kan, kita punya pasar 270 juta, Anda nggak ngiler sama pasar saya,” tuturnya.

Jika itu tidak cukup, kerja sama juga bisa dilakukan untuk produksi baterai. Namun, syaratnya adalah turut mengembangkan SDM dalam negeri.

“Saya punya baterai, ‘Oh saya rugi, baterai paling untung’. OK lu boleh punya saham di sini deh, kita strategic partner di baterai deh, tapi Anda harus bantu kami supaya bisa produksi, bantu anak-anak ITS jadi pinter. Mobilnya jadi mulus, desain lebih bagus,” kata Ahok. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar