Saat AHY Cerita Diberi Peringatan oleh Seniornya di TNI Soal Moeldoko

AHY
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (foto: instagram/agusyudhoyono)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku mendapat peringatan dari para seniornya di TNI soal Moeldoko. Dia menyebut Moeldoko akan menghalalkan segala cara agar keinginannya dapat tercapai.

“Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI. KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai,” ujar AHY melalui siaran video yang ditayangkan di DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 24 September 2021.

“KSP Moeldoko akan melakukan langkah apa pun, bahkan menghalalkan segala cara, termasuk upaya yang senior saya katakan, upaya membeli hukum. Tapi kami semua yakin, hukum akan tetap tegak,” imbuhnya.

Tak hanya itu, AHY juga merasa yakin selama berjuang atas kebenaran, dia akan mendapatkan dukungan rakyat dan hukum bisa ditegakkan.

Baca juga:   AHY ke SBY: Safe Flight Pepo! Semoga Lancar Segala Sesuatunya

“Hukum tidak akan bisa dibeli, selama kita berjuang di atas kebenaran itu dan selama kebenaran yang kita perjuangkan itu mendapatkan dukungan rakyat dan ridho dari Tuhan Yang Maha Besar,” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakan AHY, banyak seniornya di TNI yang mempertanyakan terkait Moeldoko yang mudah dijerumuskan oleh oknum yang mabuk kekuasaan.

“Bukan hanya saya pribadi yang berusaha untuk memahami mengapa KSP Moeldoko yang juga sebenarnya adalah senior saya di TNI ini, mudah dijerumuskan oleh orang-orang yang mabuk kekuasaan,” kata AHY.

“Tetapi banyak senior-seniornya juga yang mempertanyakan hal itu. Terkait hal ini, saya serahkan kepada KSP Moeldoko sendiri untuk menjawabnya,” tambahnya.

Baca juga:   Soal Demo Mahasiswa, Rachland: Mungkin Tiba Waktunya Jokowi Bicara pada Rakyat

Seperti diketahui, AHY menanggapi putusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan Partai Demokrat KLB Deli Serdang (kubu Moeldoko) terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Menurutnya, putusan hukum ini sebagai tanda kemenangan rakyat.

“Keputusan hukum ini memberi pesan hangat bagi demokrasi kita, sebagai tanda kemenangan bagi rakyat,” ujar AHY.

AHY menyebut penolakan gugatan itu semakin memperkuat putusan MA sebelumnya. Putusan MA sebelumnya juga menolak permohonan pihak Moeldoko tentang judicial review AD/ART Partai Demokrat.

“Penolakan ini semakin memperkuat Keputusan Mahkamah Agung (MA) sebelumnya, yang juga menolak permohonan pihak KSP Moeldoko tentang Judicial Review AD/ART Partai Demokrat,” pungkasnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar