Menyiapkan Pembelajaran di Era Adaptasi Kenormalan Baru (New Normal)

SMK-Islamic-Centre-Baiturrahman
Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang, Jawa Tengah, Kamis (04/11/2021). (foto: dok. Istimewa)

harianpijar.com, SEMARANG – Sejak Maret 2020, pandemi yang terjadi di Indonesia belum menunjukkan adanya kesudahan. Dalam rangka menangani Covid-19, pemerintah memberlakukan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB guna mempercepat penanganan Covid-19.

Untuk itu, Mendikbud Nadiem Makarim menginisiasikan program ‘Belajar dari Rumah’ dengan tujuan disela-sela memutus rantai penyebaran Covid-19, pelajar di Indonesia tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dari rumah.

Pelajar di Indonesia dituntut untuk adaptif terhadap transformasi pembelajaran saat pandemi yang dikenal dengan pembelajaran daring. Nyatanya, pembelajaran daring bukan menjadi sebuah terobosan yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia.

Parahnya, hal yang sulit dihindari dalam pembelajaran daring adalah terjadinya learning loss akibat dari pembelajaran tak dapat hadir secara nyata.

Mendikbud Nadiem Makarim mengakui adanya kesulitan menyesuaikan proses-proses adaptasi pembelajaran menjadi online. Bukan waktu yang singkat mengingat pembelajaran daring juga dapat menghilangkan kesempatan siswa mengembangkan dirinya melalui aktivitas dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Salah satu opsi terbaik dalam mengantisipasi terjadinya learning loss adalah diberlakukannya kembali pembelajaran tatap muka.

Dilansir dari CNN Indonesia, melalui diskusi daring pada Jumat (22/1), Nadiem Makarim mendesak pemerintah daerah untuk segera memperbolehkan pembelajaran tatap muka.

Baca juga:   JK: Saya Perkirakan Pandemi COVID-19 di Indonesia Baru Bisa Selesai 2022

Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan maksimal kapasitas 50 persen. Untuk itu ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk menyiapkan pembelajaran di era New Normal.

Pertama, regulasi mengenai aturan pembelajaran tatap muka di sekolah. Proses pembelajaran harus memperhatikan physical distancing, penggunaan masker, dan selalu membersihkan tangan menggunakan handsanitizer maupun sabun.

Biasanya satu ruang kelas dapat menampung banyak siswa sesuai standar. Namun dengan diterapkannya physical distancing, kapasitas kelas hanya dapat diisi setengah atau sepertiga dari jumlah siswa.

Dengan demikan perlu menyiapkan pola masuk siswa ketika hendak pembelajaran di kelas, seperti menerapkan model shift yakni siswa dibagi ke dalam beberapa shift untuk mengikuti pembelajaran di kelas.

Perlu juga pemetaan terhadap sekelompok orang untuk tidak dahulu datang ke sekolah. Misalnya guru, siswa, atau staf yang baru kembali dari zona merah ataupun hitam.

Kedua, kesiapan SDM dalam artian pemahaman guru untuk menyukseskan pembelajaran di era New Normal. Guru dapat mengkolaborasikan blended learning dan metode flipped classroom dalam pembelajaran.

Baca juga:   PSBB Berlaku, Ojol Minta Aplikator Turunkan Potongan Pendapatan

Seperti penyampaian materi dasar kepada siswa untuk dipelajari secara mandiri di rumah masing-masing terlebih dahulu. Kemudian pembelajaran di kelas dilanjutkan dengan diskusi maupun penguatan materi mengingat jam belajar di sekolah sangat terbatas oleh durasi.

Dalam hal ini, guru perlu meningkatkan kemampuannya dalam memadukan pedagogi dan teknologi. Masih ada saja guru yang baru memahami teknologi, untuk itu pentingnya pelatihan maupun seminar yang membahas dan melatih pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Pembelajaran tatap muka sejatinya juga menjadi tanggung jawab pemerintah terhadap pemenuhan hak siswa untuk mendapat pendidikan.

Pemerintah pusat dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di era New Normal ini.

Sudah seharusnya pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah juga orang tua untuk menciptakan pembelajaran tatap muka di era New Normal yang dapat berjalan optimal dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Aurora Farah Isna
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang (UNNES)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar