Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNNES Siap Gelar Uji Coba Perkuliahan Hybrid

Universitas-Negeri-Semarang-UNNES
. (foto: dok. pribadi)

harianpijar.com – Terlihat dari gambar di atas bagaimana kondisi persiapan kuliah tatap muka yang sedang dilaksanakan oleh jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker dan menjaga jarak. Hal itu bertujuan selain untuk meminimalisir penyebaran virus Corona atau Covid-19 juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman antara sesama mahasiswa dan dosen.

Pembelajaran hybrid yang dilaksanakan secara daring dan luring sangat efektif dengan hadirnya media pembelajaran yang mendukung selama proses perkuliahan berlangsung.

Sesuai keputusan Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim di mana perguruan tinggi yang masuk wilayah PPKM Level 1 sampai 3 untuk segera melakukan pertemuan tatap muka (PTM) terbatas. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNNES sudah mulai uji coba perkuliahan secara hybrid.

Sekretaris Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Niam Wahzudik menuturkan rencana perkuliahan secara hybrid dilaksanakan mulai tanggal 18 Oktober 2021 sesuai edaran dari Universitas. Selain itu dirinya juga sudah siap melaksanakan perkuliahan secara hybrid.

“Secara pribadi sebagai dosen saya siap melaksanakan kebijakan Universitas untuk menyelenggarakan perkuliahan tatap muka, karena baik dosen maupun mahasiswa harus memenuhi syarat sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Niam Wahzudik dalam wawancara secara daring, belum lama ini.

Menurut Niam Wahzudik, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan sudah memiliki strategi agar perkuliahan secara hybrid ini dapat berjalan secara lancar, yaitu dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan menyiapkan sarana pendukung untuk perkuliahan secara hybrid.

Baca juga:   Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Nilai Persyaratan Kuliah Tatap Muka Terlalu Ribet

“Secara umum strateginya sebenarnya tidak ada yang beda seperti masa kuliah sebelum pandemi, hanya saja sekarang harus dengan protokol kesehatan yang ketat, sudah divaksin 1 dan 2, suhu tidak boleh lebih dari 37,5 derajat, sehat, mencuci tangan sebelum masuk ke kelas, memakai masker dan mengatur jarak tempat duduk serta pembatasan peserta kuliah yang maksimal dihadiri 25 mahasiswa. Intinya strateginya mengikuti SOP atau ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan UNNES. Selain itu, karena kuliahnya hybrid maka sebelum perkuliahan dimulai harus menyiapkan sarana pendukung terlebih dahulu,” jelasnya.

Dalam pengelolaan pembelajaran sendiri menjadi wewenang masing-masing dosen pengampu mata kuliah, adapun dengan kebijakan pembelajaran hybrid ini kegiatan perkuliahan dilakukan secara campuran, yaitu ada mahasiswa yang mengikuti kuliah secara luring di kelas dan mahasiswa yang lain mengikuti kuliah secara daring melalui Zoom. Jumlah mahasiswa juga dibatasi maksimal 25 orang tiap kelas dan untuk media platform pembelajarannya dengan memanfaatkan Zoom dan Elena.

“Mengikuti aturan dari kampus, mungkin dari saya sebagai pengajar, media-media yang digunakan akan lebih beragam dari yang sebelumnya karena adaptasi teknologi di masa pandemi sangat cepat sekali,” ujar salah satu dosen pengampu mata kuliah, Sony Zulfikasari, menanggapi pertanyaan terkait pengelolaan pembelajaran di dalam kelas secara hybrid.

Baca juga:   Bisnis Ikan Cupang di Tengah Pandemi Hasilkan Keuntungan Fantastis

Di sisi lain, dalam sudut pandang staf bagian tata usaha, tidak ada perbedaan yang signifikan dari pembelajaran daring dan hybrid ini. “Karena sebelum pandemi administrasi untuk melayani mahasiswa sudah secara online,” pungkas Eko Djoko selaku staf bagian tata usaha.

Niam Wahzudik menilai perkuliahan ini dirasa sudah sesuai dengan kebijakan PTM terbatas, meskipun belum seperti kuliah di masa sebelum pandemi.

“Untuk kendala berat tidak ada, mudah-mudahan tidak ada permasalahan ke depannya. Hanya saja karena hybrid maka pola komunikasi yang dilakukan ketika PTM terbatas ada tantangan tersendiri karena ada yang secara daring, jadi pada saat perkuliahan juga berinteraksi dengan mahasiswa yang kuliah secara daring tadi,” ungkapnya.

Niam Wahzudik juga mengungkapkan harapan untuk perkuliahan kedepannya, “harapan saya, kalau situasi pandemi semakin melandai, syukur segera selesai maka segera dilaksanakan PTM secara penuh karena dikhawatirkan terjadinya loss learning yang dapat berimbas pada kualitas dan kompetensi lulusan nantinya.”

Begitu pula baik dosen maupun mahasiswa mengharapkan hal yang sama untuk kelangsungan perkuliahan di masa mendatang.

Renny Nur Afida, Bunga Azahra, Marisya Maharani, Rio Rifa’at, Khoeru Nisa Dyah AP
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang (UNNES)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar