Food Photography, Peluang Bisnis Menjanjikan yang Belum Banyak Ditekuni

Hasil-foto-Peny-Pujiati
Salah satu hasil foto Peny Pujiati. (foto: dok. Istimewa)

harianpijar.com – Sebagian besar masyarakat mengenal fotografi identik dengan memotret model atau pemandangan. Namun, bagaimana jika fotografi digunakan sebagai salah satu unsur penting dalam bidang komersial seperti mempromosikan hasil masakan?

Fotografi Makanan atau Food Photography merupakan salah satu hasil fotografi dalam bidang komersial makanan untuk menghasilkan foto yang dapat digunakan sebagai bahan promosi makanan kepada calon pembeli atau konsumen.

Peny Pujiati misalnya, wanita asal DKI Jakarta yang saat ini menjadi profesional fotografer komersil, memulai karirnya dengan mengambil gambar makanan yang dia buat di rumahnya hanya dengan menggunakan gawai.

“Dulu awalnya cuma iseng foto-foto hasil masak di rumah dan kalau lagi makan di tempat makan yang bagus. Kebetulan juga hobi masak sama makan, terus posting deh hasil fotonya ke Instagram,” kata Peny Pujiati dalam sesi Zoom Meeting program KMMI Universitas Agung Podomoro.

Dari postingan di akun Instagram pribadinya–@penypujiati–tersebut, mulai ada tawaran untuk bidang komersil.

“Sebetulnya kalau mau mulai bisa pakai handphone sendiri kok. Tinggal bagaimana kita bisa mengatur komposisi foto yang pas sama makanan yang mau kita foto,” ucapnya.

Baca juga:   Fitur Baru Instagram, Sekarang Bisa Simpan Live Video

Dalam fotografi makanan, hal yang harus diperhatikan adalah komposisi yang harus diatur seperti makanan yang menjadi objek utama dengan seting tempat dan seting pencahayaan.

Perbedaan fotografi makanan dengan fotografi model adalah bagaimana menciptakan hasil foto makanan yang dapat menggugah selera orang untuk membeli atau memakan makanan tersebut. Ada teknik tersendiri untuk merias makanan agar menarik dan menggugah selera.

“Biasanya kalau mau foto makanan aku rias dulu makanannya, aku susun sedemikian rupa biar pas sama komposisi fotonya,” ujar Peny Pujiati.

“Yang paling mudah biasanya foto sayuran, kita olesin dulu sayurnya pake minyak biar enggak kelihatan layu sama lebih seger liatnya,” imbuhnya.

Dengan hanya bermodalkan kamera dari gawai, kita bisa memulai menekuni bidang fotografi ini. Bidang ini cukup mudah dilakukan di rumah mengingat pandemi yang melanda menghambat aktivitas di luar rumah.

Baca juga:   Mahasiswa UMB Gelar Workshop Pembentukan Personal Branding Melalui Instagram Reels

Keuntungan yang dihasilkan juga dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya karena mengalami PHK.

“Ini bisa jadi solusi buat kalian yang mau mulai usaha atau yang lagi cari usaha pengganti karena di PHK, cukup simple dan keuntungannya menjanjikan banget,” ungkapnya.

Kini sudah banyak pelatihan-pelatihan berbasis online yang dapat diikuti untuk menambah keterampilan dalam memulai bisnis ini.

Pelatihan yang dilakukan cukup terjangkau dan mudah dipahami ditambah dengan adanya demo langsung mengenai langkah-langkah yang harus dipersiapkan dalam fotografi makanan.

“Aku saranin buat kalian yang berminat bisa ikut pelatihan-pelatihan online, udah banyak kok yang mengadakan pelatihan fotografi buat komersil dan juga terjangkau banget. Nanti dari hasil pelatihan itu, kalian bisa gunain sebagai portofolio untuk klien nantinya, bisa buat nilai tambah untuk kalian biar konsumen tambah yakin sama hasil foto yang akan kalian ambil,” pungkas Peny Pujiati.

Alif Muhammad Fawwazul Firoos
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan – Universitas Negeri Semarang (UNNES)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar