2 Partai Ini Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Ambang-Batas-Parlemen
Ilustrasi. (foto: Alinea/Dwi Setiawan)

harianpijar.com, JAKARTA – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali mengusulkan peningkatan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen.

Alasannya, dikatakan Hasto Kristiyanto, sistem presidensial membutuhkan sokongan sistem multipartai sederhana. Untuk itu, peningkatan ambang batas parlemen perlu dilakukan secara terus-menerus.

“Pentingnya peningkatan ambang batas minimal 5 persen bagi parpol untuk dapat menempatkan wakilnya di DPR RI, minimal 4 persen di DPRD provinsi, dan 3 persen di DPRD kabupaten/kota,” ujar Hasto Kristiyanto dalam persentasi atau salindia yang dipaparkan dalam webinar The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Senin, 1 November 2021.

Baca juga:   Arif Wibowo: PDIP Ingin Parliamentary Threshold Naik jadi 5 Persen

Hasto Kristiyanto menilai sistem multipartai sederhana akan mendukung efektivitas pemerintahan. Sehingga, konsolidasi bisa tercapai secara menyeluruh.

Hal yang sama juga disampaikan Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Dirinya setuju jika ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 5 persen.

“Idealnya partai politik di Indonesia ini pada akhirnya sekitar 6, 7, atau 8. Jadi, kita tidak melarang siapapun untuk punya hak mendirikan partai politik karena itu dijamin oleh UUD 45, tetapi ada juga proses seleksi yang cukup ketat,” kata Ahmad Doli Kurnia.

Baca juga:   Pengamat Nilai Jokowi Tunggu Nama Calon Menteri dari Prabowo dan Megawati

Selain itu, Ahmad Doli Kurnia juga mendukung penambahan daerah pemilihan (dapil). Menurutnya, semakin kecil cakupan dapil, maka keterwakilan masyarakat semakin baik.

Konsekuensinya, dapil yang ada harus diperkecil. Dengan begitu, jumlah dapil di pemilihan berikutnya akan semakin banyak.

“Pilihan masyarakat kita itu lebih kecil untuk bisa menilai tokoh-tokoh atau partai-partainya,” ujar Ahmad Doli Kurnia.

Sebagaimana diketahui, ambang batas parlemen yang diterapkan pada Pemilu 2019 adalah 4 persen. Partai politik yang perolehan suaranya tidak mencapai 4 persen total suara sah nasional tidak mendapatkan kursi di DPR RI. (ilfan/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar