Kenal Lebih Jauh Program Startup Studio Indonesia dari Kominfo

Startup-Studio-Indonesia

harianpijar.com – Setelah menginisiasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital pada 2016 dan Nexticorn pada 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini mempersembahkan Startup Studio Indonesia, yakni program untuk memfasilitasi startup digital yang sudah mencapai tahap product-market fit dan memiliki founder yang potensial.

Tentang program Startup Studio Indonesia

Dengan mengusung tema More Brainstorming, Less Classes, Startup Studio Indonesia berfokus pada pembekalan ilmu dan wawasan praktis, dan menitikberatkan pada coaching dan mentoring langsung dari para praktisi terkemuka di industri startup.

Melalui program ini, Kominfo menargetkan untuk mencetak 150 startup digital pada 2024 yang mampu mengembangkan skala bisnisnya, dari segi jumlah pengguna, jumlah pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan pendanaan dari Venture Capital.

Berbeda dengan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sebelumnya yang mencari startup pada tahap ideation yang sedang merancang MVP, program Stratup Studio Indonesia ini menargetkan startup pada tahap angle hingga pre-series A.

Dengan begitu diharapkan startup yang difasilitasi dapat mengembangkan skala bisnisnya dengan lebih cepat lewat beragam dukungan. Di mana, berbagai dukungan itu berfokus pada akselerasi produk, validasi strategi fundraising, strategi growth marketing, dan memberikan dukungan technology development serta menajamkan business skill.

Program Startup Studio Indonesia fokus pada lima hal, yakni akselerasi produk dan tim, validasi strategi fundraising, validasi strategi growth marketing, dukungan pengembangan teknologi, dan menajamkan kemampuan bisnis.

Dalam pemilihannya, Kominfo melibatkan banyak pihak. Startup Studio Indonesia telah membentuk dewan kurator profesional terdiri dari berbagai stakeholders di ekosistem tech startup. Tentunya keputusan dewan kurator bersifat mutlak, tanpa ada intervensi dari mana pun.

Baca juga:   Kerap Tampil dengan Pakaian Minim, YouTuber Kimi Hime Dipanggil Kominfo

Selain itu, dalam pelaksanaannya, sesi pitching ke investor akan dilaksanakan secara berkala selama 4 minggu dan secara 1-on-1. Setiap minggu, startup akan pitching dengan setidaknya 2 investor. Diharapkan dapat memperkuat jejaring antara startup dengan investor potensial.

Program ini berjalan secara intensif selama 3 bulan. Terdiri dari tiga agenda utama, yaitu Founder’s Camp, Mentoring 1-on-1, dan Networking.

Founder’s Camp merupakan rangkaian mentoring atau brainstorming dengan para pelaku industri, mendiskusikan ilmu praktis yang harus dikuasai para founder untuk mengembangkan skala usahanya.

Kemudian, Mentoring 1-on-1 adalah sesi privat per startup untuk mendapatkan konsultasi dan supervisi eksekusi bersama para ahli. Sedangkan Networking merupakan upaya untuk memperluas jejaring pada puluhan venture capital dan para pemimpin di industri terkait.

Secara umum, kriteria startup yang ditargetkan program ini adalah mereka yang sudah mencapai product-market fit, dibuktikan dengan traction. Termasuk sudah mendapatkan pendanaan angel, pre-seed, seed, atau maksimal pre-series A.

Meski terbuka untuk semua lanskap, namun Kominfo memprioritaskan startup di bidang pendidikan, kesehatan, maritim, agrikultur, pariwisata, dan logistik.

Sejak diluncurkan pada September 2020, program Startup Studio Indonesia telah diikuti oleh total 35 startup early-stage di Indonesia (peserta Batch 1 dan Batch 2). Setelah lulus dari program, mayoritas dari peserta mampu melakukan scale-up dan inovasi dengan lebih efektif dan efisien, sehingga menarik lebih banyak pengguna dan bahkan berhasil meraih pendanaan tahap awal dari investor.

Baca juga:   Ahok: Kalau Ditanya Saya Siapa, Saya Startup Presiden

Adapun beberapa startup yang merupakan alumni program Startup Studio Indonesia diantaranya adalah Justika, Verihubs, Feedloop, Woobiz, Lingotalk, Sribuu (sebelumnya bernama Alia), Prieds, dan Wehelpyou.

Teranyar, Kominfo telah mengumumkan 15 startup terpilih untuk mengikuti program inkubasi intensif Startup Studio Indonesia Batch 3. 15 Startup terpilih ini berhasil melalui berbagai tahapan seleksi ketat yang diikuti 5.723 lebih pendaftar dari seluruh wilayah di Indonesia.

Daftar startup tersebut adalah sebagai berikut:

  1. AturKuliner (aplikasi B2B untuk UMKM F&B)
  2. AyoBlajar (aplikasi belajar online untuk siswa SD hingga SMA)
  3. Bicarakan (marketplace konsultan dan psikolog)
  4. Bolu (kursus dan layanan untuk penjual online)
  5. Eateroo (platform social commerce untuk industri lifestyle dan F&B)
  6. Finku (aplikasi finansial pribadi)
  7. FishLog (jaringan perikanan cold chain B2B)
  8. Gajiku (aplikasi finansial untuk memberikan karyawan akses ke gaji lebih awal)
  9. Imajin (marketplace untuk manufaktur)
  10. Keyta (aplikasi keyboard untuk mendukung kegiatan jual beli online)
  11. Powerbrain (perusahaan manajemen energi)
  12. KreatifHub (marketplace freelancer)
  13. Sgara (platform tambak udang)
  14. Soul Parking (solusi manajemen parkir)
  15. Zi.Care (sistem informasi rumah sakit digital)

Batch ketiga dari program Startup Studio Indonesia akan berlangsung mulai bulan September hingga Desember 2021.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA