Jawab Pertanyaan Demokrat Soal ‘Apa Salah SBY’, Hasto PDIP: Cermin!

Hasyo-Kristiyanto
Hasto Kristiyanto. (foto: tirto/Lalu Rahadian)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrat mempertanyakan apa salah Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat sehingga terus mendapatkan serangan dan sindiran dari PDIP. Lantas, apa kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjawab pertanyaan Partai Demokrat?

“Pertanyaan tersebut mudah dijawab. Hanya perlu alat sederhana: cermin,” ujar Hasto Kristiyanto seperti dilansir dari detik, Rabu, 27 Oktober 2021.

Menurut Hasto Kristiyanto, Partai Demokrat dan SBY perlu melihat di cermin agar mendapatkan jawabannya. Cermin itu, kata dia, harus dilihat dengan kejujuran dan kerendahan hati.

“Cermin yang dilihat dengan kejujuran dan kerendahan hati untuk bersedia melihat ke dalam. Itulah jawabannya,” sebutnya.

Hasto Kristiyanto mengatakan perihal kesadaran merupakan urusan pribadi masing-masing. Namun, dirinya memastikan PDIP selalu melatih para kadernya untuk selalu olah rasa.

“Wah kalau urusan sadar diri atau tidak kan masing-masing. Kalau di PDI Perjuangan, kami dilatih oleh Ibu Mega untuk selalu olah rasa,” ucapnya.

Selanjutnya, Hasto Kristiyanto menyinggung soal politik sinetron, politik drama, dan politik membumi. Menurutnya, rakyat saat ini sudah cerdas untuk membedakan apa yang dilakukan Partai Demokrat.

“Rakyat sudah cerdas untuk membedakan apa itu politik sinetron, politik drama, dan apa itu politik membumi, membangun organisasi dan pol turun ke bawah,” kata Hasto Kristiyanto.

Selain itu, Hasto Kristiyanto juga membahas terkait PDIP yang saat ini tengah melakukan hal konkret dengan membuat acara untuk memperkuat mitigasi bencana di tengah fenomena La Nina. Dirinya mengatakan kegiatan konkret ini terbentuk lantaran PDIP selalu becermin terkait kondisi saat ini dan kekurangan partai bagi masyarakat.

Baca juga:   Ahok Repost Penjelasan PDIP Soal Tak WO dari Paripurna DPRD DKI Jakarta

“Hari ini PDIP lebih memilih membahas La Nina, fenomena dan dampaknya. Itu lebih positif untuk rakyat. PDI Perjuangan lebih memilih melakukan hal-hal yang konkret dengan memperkuat mitigasi bencana daripada membalas hal-hal yang terkait dengan playing the victim. Acara hari ini terjadi karena kami sering melihat cermin, guna melihat kekurangan internal partai dan terus-menerus melakukan perbaikan termasuk bagaimana partai ini hadir dan menjawab berbagai persoalan rakyat termasuk di dalam mitigasi bencana,” ungkap Hasto Kristiyanto.

Sebelumnya, Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mempertanyakan apa salah SBY dan Partai Demokrat ke PDIP.

“Apa salah Demokrat dan Bapak SBY sampai Demokrat dan Bapak SBY difitnah terus? Apa karena mungkin banyak rakyat yang kangen era Bapak SBY dan Demokrat? Soalnya, saat SBY dan Demokrat memimpin Indonesia, rakyat bisa hidup enak, tidak susah seperti sekarang,” ujar Herzaky Mahendra Putra saat dihubungi, Rabu, 27 Oktober 2021.

Herzaky Mahendra Putra beranggapan PDIP hendak menunjukkan bahwa rakyat kangen terhadap era SBY, ketika kemiskinan turun drastis. Dirinya lalu menjabarkan, beda dengan pemerintahan Jokowi, saat 10 tahun Pemerintahan SBY kemiskinan berhasil berkurang 8,42 juta jiwa.

“Kemiskinan turun drastis, pengangguran turun secara signifikan. Sepuluh tahun Pemerintahan Bapak SBY menjadi Presiden, penduduk miskin berhasil dikurangi sebanyak 8,42 juta jiwa, atau 842 ribu per tahunnya. Sedangkan lima tahun pertama pemerintahan Joko Widodo, sebelum pandemi melanda, hanya mampu mengurangi 2,94 juta penduduk miskin, atau 588 ribu per tahun. Jauh sekali kan, bedanya?” kata Herzaky Mahendra Putra.

Baca juga:   Positif Thinking Respons Pernyataan Hasto, Begini Kata Demokrat

“Begitu pula dengan pengangguran. Selama pemerintahan SBY, pengangguran berkurang sebanyak 3,01 juta orang. Atau, 301 ribu orang per tahun. Jauh di atas era Jokowi, yang hanya mampu mengurangi pengangguran 140 ribu selama lima tahun, atau 28 ribu saja per tahun. Apalagi pasca-pandemi Covid-19 ini. Jumlah pengangguran dan kemiskinan melonjak drastis. Wajar saja kalau banyak rakyat kangen era Bapak SBY dan Demokrat,” sambungnya.

Herzaky Mahendra Putra mengatakan partainya makin heran dengan sikap PDIP lantaran menyinggung kecurangan pemilu hingga bansos. Menurutnya, justru PDIP-lah yang menyembunyikan Harun Masiku terkait pemilu dan kadernya, Juliari Batubara, yang tertangkap basah kasus bansos Corona.

“Lagi pula, kalau bahas-bahas kecurangan pemilu, jelas-jelas yang tertangkap tangan sedang menyuap komisioner KPU itu kan kader PDIP di Pemilu 2019. Apalagi, salah satu kadernya, Harun Masiku, masih buron sampai dengan saat ini. Kalau Pemilu 2009, tidak ada kasus seperti itu. Jangan memutar balikkan fakta. Rakyat juga tahu. Belum lagi kalau bahas-bahas bansos, jelas-jelas yang tertangkap basah korupsi bansos di kala pandemi, kan Juliari Batubara, kader PDIP. Bukan Demokrat,” ujar Herzaky Mahendra Putra.

“Saran kami, mari kita isi ruang publik, dengan narasi-narasi positif berdasarkan data dan fakta, untuk ikut mengedukasi dan memberikan teladan untuk masyarakat. Jangan malah ikut-ikut menyebarkan tuduhan tak berdasar, apalagi kabar bohong dan fitnah,” tambahnya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar