Antusias Pengrajin Gerabah Desa Kedungsari Mengenal Digital Marketing

PHP2D-1
Tim PHP2D bersama Karang Taruna melakukan pelatihan dan diskusi terkait sistem pemasaran bagi pengrajin gerabah Kedungsari. (foto: Istimewa)

harianpijar.com, KEDIRI – Di masa pandemi virus Corona (Covid-19) ini memaksa masyarakat untuk mengubah pola aktivitasnya, yang biasanya bebas beraktivitas di luar rumah, sekarang lebih banyak berdiam di dalam rumah. Sebab, memang saat ini masih diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Masa pandemi ini juga berdampak pada pelaku usaha yang banyak gulung tikar. Namun, berbeda dengan pelaku usaha online karena memang digital marketing bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja sehingga tidak terpaku pada jam kerja.

Maka dari itu kami selaku tim PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) Universitas PGRI Kediri ingin memberdayakan masyarakat khususnya pengrajin gerabah di Desa Kedungsari untuk berpartisipasi dalam pengembangan pamasaran produknya secara online. Banyak pilihan digital marketing yang dapat diterapkan baik melalui marketplace seperti Shopee hingga Tokopedia ataupun melalui media sosial seperti Facebook, dll.

Tim PHP2D melakukan wawancara dan FGD (Focus Group Discussion) dengan perangkat desa dan kelompok pengrajin gerabah Desa Kedungsari.

Baca juga:   Sosialisasi Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Marketing oleh Tim KKN-T UTM

“Sudah ada yang memanfaatkan digital marketing seperti Shopee untuk memasarkan produk gerabahnya tetapi masih sedikit sekali,” ujar Kepala Dusun Kedungsari Zaini.

“Kami belum pernah mencoba memasarkan produk kami di online karena keterbatasan kami soal teknologi,” imbuh Kadir, salah satu pengrajin gerabah di Desa kedungsari. Hal tersebut disebabkan sebagian besar masyarakat yang tidak memiliki handphone dan tidak paham pemasaran online.

PHP2D-2
Tim PHP2D bersama Karang Taruna Kedungsari melakukan pelatihan pembuatan market online. (foto: Istimewa)

Hal ini bisa menjadi tolak ukur bahwa masih tertinggalnya pemahaman teknologi, padahal jaman sekarang sudah sangat maju tapi masih banyak yang belum bisa karena berbagai keterbatasannya. Untuk itu, kami dari tim PHP2D membuatkan toko online di marketplace dan juga website.

“Jadi, kami sebagai tim mahasiswa yang bertugas memberdayakan masyarakat Desa Kedungsari, memberikan sosialisasi dan juga pelatihan door to door ke pengrajin gerabah Desa Kedungsari untuk memperkenalkan produk pemasaran online seperti akun Shopee, Tokopedia dan juga web toko online yang diberi nama Gersari dengan memasarkan produk-produk gerabah yang telah pengrajin buat dengan berbagai jenis seperti Kowi, Kendil, Kendi, Tungku, Cobek, Gentong, dll, yang dipasarkan dengan harga asli Rp1.000 sampai Rp10.000 sesuai dengan ukuran gerabah. Kami berharap dengan adanya pelatihan dan sosialisasi ini, pengrajin gerabah dapat memiliki pendapatan yang lebih besar dari harga biasanya,” kata Ketua Tim PHP2D Bella Putri.

Baca juga:   Sosialisasi Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Marketing oleh Tim KKN-T UTM

“Disini kami juga melibatkan karang taruna untuk membantu melaksanakan program-program yang terkait dengan digital marketing,” sambungnya.

PHP2D-3
Tim PHP2D melakukan sosialisasi door to door mengenai Pemasaran online. (foto: Istimewa)

Respons pengrajin dari pelatihan yang diberikan dalam mengenal digital marketing sangat antusias untuk memasarkan produk gerabahnya menggunakan marketplace dan web toko online. Pengrajin pun berharap dengan dibantunya pemasaran produk mereka secara online ini dapat membantu meningkatkan hasil pendapatan dan juga gerabah semakin banyak diminati masyarakat.

Tim PHP2D Universitas PGRI Kediri

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar