Syahrial Chan: Mayoritas Pengurus Membubarkan Diri, Partai Ummat Depok Akhirnya Karam

Amien-Rais
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais memukul beduk di peresmian kantor DPP Partai Ummat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Agustus 2021. (foto: inews/Riezky Maulana)

harianpijar.com, DEPOK – DPD Partai Ummat Kota Depok karam. Wakil Ketua DPD Partai Ummat Kota Depok Syahrial Chan mengatakan hal itu terjadi lantaran sebagian besar pengurus yang membubarkan diri.

“Iya. Mayoritas pengurus membubarkan diri. Dijamin kebenarannya, Partai Ummat depok akhirnya karam,” ujar Syahrial Chan saat dimintai konfirmasi, Sabtu, 9 Oktober 2021, seperti dilansir dari detik.

Menurut Syahrial Chan, pengunduran diri terjadi karena berbagai persoalan yang disebutnya tak mampu diselesaikan DPP. Dirinya menyebut ada dualisme dalam kepengurusan Partai Ummat di sejumlah daerah.

“Kemunduran sahabat-sahabat pengurus karena berbagai persoalan yang tidak mampu diselesaikan oleh DPP. Ditambah statement Waketum kemarin di media yang mengatakan ada dualisme,” kata Syahrial Chan.

“Persoalannya, apakah Waketum mampu menunjukkan SK lain selain SK yang diberikan kepada kami dan persoalan lain adalah 10 kabupaten/kota di Jabar mengalami hal yang sama,” imbuhnya.

Baca juga:   Dikritik Amien Rais Soal 'The Wrong Man for The Wrong Job', Mahfud MD Bilang Begini

Lebih lanjut, Syahrial Chan mengungkapkan pengurus DPD Partai Ummat Depok bekerja keras hingga akhirnya Partai Ummat lolos dan mendapat SK Kemenkumham. Namun, kata dia, pengurus di DPD Partai Ummat Depok justru mendapat hadiah yang menyakitkan.

“Setelah kami bekerja hingga DPP akhirnya lolos jadi partai malah kami dihadiahi untuk meleburkan kelompok lain, bagi kami itu menyakitkan. Seperti hanya dimanfaatkan saja, habis manis sepah dibuang. Kasus Bogor sama dan sembilan kabupaten lainnya,” ujar Syahrial Chan.

“Kasusnya mirip-mirip. Di saat kita sudah bekerja malah disuruh berbagi struktur dengan kelompok yang sama sekali tidak punya andil apapun saat pendirian partai. Jadi wajar bertanya kenapa memaksakan kami?” tambahnya.

Baca juga:   Posisi Amien Rais di PA 212 Kemungkinan Akan Dibahas dalam Ijtimak Ulama IV

Seperti diketahui, partai politik besutan Amien Rais, Partai Ummat, mulai ditinggal beberapa elite-nya. Elite partai juga mengungkap adanya dualisme kepengurusan di sejumlah daerah.

Dampaknya beberapa kader pun menyatakan mundur. Bahkan, elite partai seperti Neno Warisman dan Agung Mozin menyatakan mundur dan keluar sebagai kader partai.

Waketum Partai Ummat Nazaruddin telah memberikan penjelasan terkait mundurnya para kader tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi latar belakang pilihan kedua kader utama Partai Ummat itu mundur.

“Ada hal-hal yang itu mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi dirinya begitu. Nah yang saya maksud ekspektasi ini bukan sesuatu yang sifat idealisme atau ideologis tapi adalah dirinya begitu,” ujar Nazaruddin kepada awak media, Rabu, 6 Oktober 2021. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar