PKB Nilai Pujian Profesor Singapura Layak untuk Presiden Jokowi

Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinjau pelaksanaan PPKM Mikro di Jakarta Pusat. (foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

harianpijar.com, JAKARTA – Kishore Mahbubani, profesor yang juga peneliti institut di National University of Singapore, memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok pemimpin yang jenius. PKB menilai pujian itu layak didapat Jokowi.

“Pujian yang layak untuk Presiden Jokowi, kita bangga punya presiden diapresiasi dari masyarakat luar, apalagi dari seorang profesor peneliti, peneliti biasanya berbicara berdasarkan data dan apa yang dilihat. Itu hal yang positif buat Indonesia,” ujar Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada awak media, Kamis, 7 Oktober 2021.

Menurut Daniel Johan, sejak periode pertama, Jokowi memberikan dampak positif. Terutama dari cara pandangnya terkait seluruh kebijakan dalam segala aspek di Indonesia.

“Kalau mau jujur, sejak terpilih di periode pertama, Presiden membawa aura baru bagi rakyat Indonesia. Gebrakan-gebrakannya cukup membawa dampak positif terhadap cara pandang negara lain terhadap Indonesia. Mulai dari membenahi pelayanan publik, proses perizinan yang panjang dibuat menjadi lebih sederhana,” kata Daniel Johan.

“Kemudian membangun daerah-daerah pinggir yang selama ini kurang mendapat perhatian seperti membangun daerah perbatasan, jalan Trans Papua dibangun. Ada banyak terobosan yang sudah dilakukan Presiden sepanjang kepemimpinannya. Kemudian selama pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia termasuk yang baik di tengah-tengah kemerosotan yang tajam di negara-negara lainnya,” imbuhnya.

Baca juga:   Soal Gabung Koalisi Jokowi, Prabowo: Hak Prerogatif Presiden, Nanti Ada Waktunya

Lebih lanjut, dikatakan Daniel Johan, sikap kesederhanaan yang dimiliki membuat Jokowi berbeda dari pemimpin lainnya. Menurutnya, Jokowi mampu mendekatkan diri di masyarakat.

“Selain itu, kesederhanaan dan kedekatan dengan masyarakat membuat Pak Jokowi dicintai rakyatnya, sangat jarang pemimpin yang begitu dekat dengan masyarakatnya dan sangat responsif terhadap persoalan masyarakat kecil,” ucapnya.

Meski demikian, Daniel Johan mengatakan semua yang dikerjakan Jokowi tak lepas dari peran serta seluruh masyarakat dan elemen bangsa dalam mencapai keberhasilan.

“Ada banyak hal yang sudah dikerjakan Jokowi selama ini, walaupun masih terdapat kekurangan di sana-sini, itu adalah hal yang wajar karena memang banyak hal yang harus diperbaiki di negeri ini terutama terkait dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dan tidak mungkin Pak Jokowi menyelesaikan sendiri masalah bangsa ini, namun perlu peran seluruh anak bangsa,” ujar Daniel Johan.

Sebelumnya, Kishore Mahbubani memuji Jokowi sebagai sosok pemimpin yang jenius. Dirinya menyebut Jokowi sebagai pemimpin paling efektif di dunia.

Hal itu disampaikan Kishore Mahbubani dalam tulisan berjudul ‘The Genius of Jokowi’ yang tayang pada 6 Oktober 2021 di Project Syndicate, sebuah media nirlaba yang berfokus pada isu-isu internasional.

Baca juga:   UN Dihapus, Presiden Jokowi: Akan Terlihat Sekolah Mana yang Harus Diperbaiki

Kishore Mahbubani menilai Jokowi telah menjadi pemimpin yang layak mendapat pengakuan atas keberhasilannya dalam memimpin. Jokowi, kata dia, membuat model pemerintahan yang bisa dipelajari oleh dunia.

“Pada saat bahkan beberapa negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. ‘Jokowi’ memberikan model pemerintahan yang baik yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia,” tulis Kishore Mahbubani.

Kishore Mahbubani mengatakan Jokowi bisa menjembatani kesenjangan politik di Indonesia. Dirinya membandingkan keberhasilan Jokowi ini dengan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020 yang belum bisa mengatasi perpecahan.

“Sebagai permulaan, Jokowi telah menjembatani kesenjangan politik Indonesia. Hampir satu tahun setelah Joe Biden memenangi pemilihan Presiden AS 2020, 78 persen dari Partai Republik masih tidak percaya dia terpilih secara sah. Biden menjabat sebagai senator AS selama 36 tahun, tetapi dia tidak dapat menyembuhkan perpecahan partisan Amerika. Sebaliknya, capres dan cawapres yang dikalahkan Jokowi dalam pemilihannya kembali 2019–Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno–kini menjabat di kabinetnya (masing-masing sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata),” tulisnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar