Soal Ivermectin, Moeldoko Akan Laporkan ICW ke Bareskrim Polri Besok

Moeldoko
Moeldoko.

harianpijar.com, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memutuskan untuk melanjutkan proses hukum terkait tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal polemik ‘promosi Ivermectin’ dan ekspor beras.

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, mengatakan kliennya akan melaporkan ICW ke Bareskrim Polri besok siang.

“Ya besok pukul 14.00 WIB di Bareskrim. Pak Moeldoko datang untuk membuat laporan,” kata Otto Hasibuan saat dimintai konfirmasi, Kamis, 9 September 2021, seperti dilansir dari detik.

Menurut Otto Hasibuan, Moeldoko ingin melaporkan tudingan ICW terhadapnya. Terutama soal tuduhan ‘pemburu rente’.

“(Melaporkan) terkait tuduhan ICW terhadap Pak M Tuduhan berburu rente,” pungkas Otto Hasibuan.

Diketahui, Moeldoko sebelumnya telah menyatakan bakal melanjutkan proses hukum terkait tudingan ICW soal polemik ‘promosi Ivermectin’ dan ekspor beras. Hal itu dilakukan seiring tidak adanya permintaan maaf dari pihak ICW, khususnya Egi Primayogha.

Baca juga:   Tanggapi Hasil Survei, Moeldoko Minta Soal Kepulangan Rizieq Shihab Tak Dipolitisasi

“Saya akan melanjutkan melaporkan kasus ini kepada kepolisian,” ujar Moeldoko kepada awak media, Selasa, 31 Agustus 2021.

Moeldoko mengatakan pihaknya sudah 3 kali memberikan kesempatan kepada ICW untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. Namun, kata dia, tidak ada iktikad baik dari ICW.

“Saya sudah memberikan kemudahan dan sabar saya beri kesempatan sampai 3 kali dan tidak ada iktikad baik untuk klarifikasi, untuk minta maaf,” ucapnya.

Meski begitu, Moeldoko belum mengungkapkan ke mana dirinya akan melaporkan tuduhan tersebut. Waktu pelaporannya juga tidak disebutkan.

Moeldoko menilai tuduhan Egi Primayogha, selaku peneliti ICW, sangat serius. “Pemburu rente tuduhan sangat serius karena didefinisikan seseorang yang mencari keuntungan karena menggunakan kekuasaan, ini menurut saya sangat serius, untuk itu saya harus respons,” tegasnya.

Baca juga:   Tanggapi Evaluasi ICW, Agun: Pansus Akan Terus Bekerja

Moeldoko menyebut cara yang dilakukan Egi Primayogha sembrono. Karena hal itu, menurutnya, termasuk pembunuhan karakter.

“Cara sembrono seperti ini, kalau dibiarkan akan merusak, karena ini adalah character assassination, pembunuh karakter seseorang yang kebenarannya belum jelas, apalagi dengan kedekatan-kedekatan cocoklogi, dicocok-cocokkan, ini apa-apaan begini?” kata Moeldoko.

“Anda minta maaf, klarifikasi, cabut pernyataan, selesai, tapi kalau tidak dilaksanakan, saya lapor polisi. Ini sikap saya kita harus ksatria menjadi orang, akan dihormati orang lain,” imbuhnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar